Surabaya (beritajatim.com) – Gaslighting merupakan bentuk manipulasi psikologis di mana seseorang disengaja atau tidak disengaja memanipulasi orang lain sehingga korban mempertanyakan kewarasannya, pikiran, perasaan, atau bahkan kenyataan peristiwa yang dialaminya.
Istilah ini berasal dari drama dan film yang berjudul “Gaslight,” di mana tokoh suami melakukan upaya untuk membuat sang istri meragukan kewarasannya.
Gaslighting dapat terjadi dalam berbagai konteks, termasuk hubungan kerja, pertemanan, keluarga, dan pasangan.
Beberapa tindakan yang termasuk dalam gaslighting antara lain:
1. Meremehkan Perasaan
Gaslighter seringkali meremehkan atau merendahkan perasaan korban, membuat korban merasa tidak berharga atau tidak penting.
2. Menyebarkan Gosip atau Pemberitahuan Negatif
Gaslighter mungkin memberitahu korban bahwa ada orang-orang yang berbicara buruk tentangnya, menciptakan isolasi sosial dan emosional.
3. Menyangkal Peristiwa yang Dialami Korban
Gaslighter secara aktif menyangkal atau meragukan peristiwa yang dialami korban, membuat korban merasa bingung dan tidak yakin.
4. Bertentangan dalam Pernyataan
Gaslighter bisa mengatakan sesuatu pada awalnya dan kemudian membantahnya, menciptakan kebingungan dan keraguan pada korban.
Bagi yang menjadi korban gaslighting, langkah awal yang krusial adalah menyadari bahwa mereka tengah mengalami gaslighting dan mencari pertolongan.
Mencari dukungan dari psikiater, psikolog, atau terapis merupakan langkah penting dalam mengatasi dampak psikologis dari gaslighting.
Para profesional kesehatan mental dapat membantu korban gaslighting dengan berbagai cara, termasuk:
– Pemahaman Diri
Membantu korban memahami bahwa mereka tidak sendiri dan bahwa pengalaman yang mereka alami adalah bentuk manipulasi.
– Bimbingan Emosional
Memberikan dukungan emosional untuk membantu korban mengelola perasaan cemas, takut, dan bingung yang mungkin timbul akibat gaslighting.
– Penguatan Diri
Membantu korban untuk membangun kembali rasa percaya diri dan keyakinan pada kenyataan serta memperkuat batas-batas pribadi.
Penting untuk diingat bahwa mengatasi gaslighting memerlukan kesadaran diri yang kuat dan dukungan profesional yang memadai. Dengan bantuan yang tepat, korban dapat memulihkan diri dan mengambil kendali atas kehidupan mereka. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gaslighting, segera mencari bantuan profesional untuk memulai proses penyembuhan. (Fyi/Aje)






