Lumajang (beritajatim.com) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak generasi muda di desa untuk mengambil peran aktif menjaga ruang digital dari ancaman hoaks dan disinformasi.
Melalui kegiatan IGID Menyapa Lumajang bertema “Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia”, pemuda desa didorong menjadi Duta Digital yang mampu menyebarkan informasi akurat sekaligus memperkuat ketahanan bangsa di era digital.
Direktur Informasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, menegaskan bahwa desa memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas informasi nasional. Hal itu karena sekitar 80 persen wilayah Indonesia merupakan kawasan perdesaan yang dapat menjadi benteng pertama dalam menghadapi penyebaran informasi palsu.
Menurutnya, ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya datang dalam bentuk konflik fisik, tetapi juga melalui perang informasi yang memanfaatkan teknologi digital dan media sosial.
“Bela negara tidak selalu dengan senjata, tetapi juga dengan jempol yang bertanggung jawab. Maka mari menjadi ‘Duta Digital’ di era algoritma ini,” kata Nursodik saat membuka kegiatan yang berlangsung di Aula Nagara BKPSDM Lumajang, Jawa Timur, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, kemampuan masyarakat untuk memilah, memverifikasi, dan menyebarkan informasi yang benar menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan bangsa. Karena itu, penguatan literasi digital kini menjadi salah satu agenda strategis nasional yang selaras dengan konsep Pertahanan Semesta sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Nursodik menilai seorang pemuda desa yang mampu meluruskan informasi keliru dengan pendekatan santun dan edukatif sejatinya telah menjalankan fungsi bela negara di era modern. Menjaga ruang digital yang sehat, kata dia, sama pentingnya dengan menjaga wilayah teritorial negara.
“Karena itu, kewaspadaan masyarakat, khususnya generasi muda menjadi kunci dalam menghadapi berbagai ancaman informasi yang terus berkembang,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Kemkomdigi berharap lahir Duta Digital Desa di berbagai wilayah Kabupaten Lumajang yang dapat menjadi rujukan masyarakat ketika menghadapi arus informasi yang belum terverifikasi. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pemuda, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan gerakan literasi digital.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Digital Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi harus dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan, bukan menjadi sumber konflik sosial.
Ia menyoroti fenomena sebagian pengguna media sosial yang lebih mengutamakan popularitas dibandingkan akurasi informasi. Padahal, penyebaran konten yang tidak bertanggung jawab berpotensi memicu kesalahpahaman, prasangka, hingga perpecahan di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu, penguatan literasi digital harus berjalan beriringan dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan dan etika bermedia,” tegas Mustaqim.
Kegiatan IGID Menyapa Lumajang juga menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pembekalan praktis kepada peserta. Kasdim 0821 Lumajang, Mayor Inf Tanuri, membahas pentingnya kewaspadaan digital dari perspektif kebangsaan dan pertahanan negara.
Sementara itu, Redaktur Senior Indonesia.go.id, Tri Antoro, membagikan teknik mengangkat potensi desa melalui karya jurnalistik dan tulisan yang memiliki nilai berita. Materi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mempromosikan potensi daerah secara positif melalui platform digital.
Di sisi lain, kreator digital Lintang Pekasih memberikan pelatihan mengenai strategi membuat konten edukatif yang relevan, inspiratif, dan memiliki peluang menjangkau audiens luas di media sosial tanpa mengabaikan aspek etika dan tanggung jawab.
Ratusan peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kalangan pemuda desa, kader Karang Taruna, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Lumajang, jajaran Penerangan Kodim 0821 Lumajang, pelajar, hingga mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diajak memahami pentingnya literasi digital, tetapi juga didorong memanfaatkan teknologi sebagai sarana mempromosikan potensi daerah. Ke depan, gerakan Duta Digital Desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan produktif, sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat desa dalam mendukung pembangunan Indonesia di era transformasi digital. (ted)






