Bali (beritajatim.com) – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mempercepat transformasi komunikasi digital melalui penyelenggaraan Workshop Komunikasi dan Optimasi AI untuk Media Sosial di Bali.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar Kementerian BUMN dalam memperkuat komunikasi terdesentralisasi serta mendorong seluruh pegawai BUMN untuk berperan aktif sebagai brand ambassador perusahaan.
Kepala Biro Humas dan Fasilitasi Dukungan Strategis Kementerian BUMN, Rachman Ferry, menekankan pentingnya komunikasi di era digital saat ini. Dalam sambutannya, ia mengatakan Komunikasi itu pentingnya bukan main.
“Perubahan pola komunikasi ini bertujuan agar semua BUMN, hingga cabang-cabangnya, aktif dalam komunikasi. BUMN punya potensi besar untuk komunikasi.” kata Rachman Ferry dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (21/5/2025).
Ia juga menambahkan bahwa desentralisasi komunikasi menjadi kunci untuk memastikan pesan-pesan strategis tersampaikan secara merata hingga ke unit paling bawah.
Workshop ini diikuti oleh tim komunikasi dan pengelola media sosial dari berbagai perusahaan BUMN. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya peran karyawan dalam membagikan hal-hal positif tentang perusahaan, teknik storytelling yang menarik, hingga penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten digital.
Kementerian BUMN menegaskan bahwa di era media digital tanpa batas saat ini, citra perusahaan dapat terbentuk dari setiap konten yang dibagikan oleh karyawan.
Karena itu, seluruh pegawai diharapkan tidak hanya menjadi penonton atau mengandalkan divisi Humas, tetapi juga menjadi aktor utama dalam menyampaikan pesan yang membangun kepercayaan publik.
“Di masa Homeless Media seperti sekarang, komunikasi adalah tugas bersama. Tidak hanya Humas, tapi semua orang di perusahaan harus terlibat,” terang Rachman.
Melalui pelatihan ini, Kementerian BUMN berharap seluruh perusahaan pelat merah dapat mengembangkan strategi komunikasi yang lebih inovatif, terintegrasi, dan berbasis teknologi. Pemanfaatan AI secara optimal diharapkan mampu memperkuat narasi positif yang konsisten dari pusat hingga ke seluruh lini operasional.
Langkah ini sejalan dengan visi Kementerian BUMN untuk menjadikan seluruh BUMN sebagai agen pembangunan nasional yang adaptif, terbuka, dan dipercaya publik melalui komunikasi yang efektif dan modern. (ted)






