Bojonegoro (beritajatim.com) – Kemensos memberikan bantuan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kabupaten Bojonegoro. Bantuan dari Kementrian Sosial itu diserahkan kepada 406 PPKS dari empat klaster yang telah ditetapkan. Penyerahan bantuan dilakukan di Aula Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro melalui Sentra Terpadu Kartini di Temanggung, Rabu (29/03/2023).
Koordinator Sentra Terpadu Kartini di Temanggung Wilayah Jawa Timur, Ambarina Murdiati mengatakan, bantuan kepada PPKS merupakan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Kemensos RI. Bantuan itu sasarannya adalah PPKS yang dibagi dalam empat klaster, yakni penyandang disabilitas, anak, lansia, dan kelompok rentan.
“Total bantuan yang diberikan di wilayah Bojonegoro ini ada Rp249 juta. Dengan sasaran 406 penerima manfaat (PM),” ujarnya usai memberikan bantuan di Aula Dinsos Bojonegoro yang ada di Jalan Dr Wahidin No 40 Kabupaten Bojonegoro.
BACA JUGA:
Eksepsi Bupati Soal Serobot Tanah Ditolak PN Bojonegoro
Perempuan Pekerja Sosial (Peksos) Tingkat Madya ini merinci, dari 406 PM itu sebanyak 390 PM merupakan penyandang disabilitas, anak, lansia, dan kelompok rentan. Bantuan kepada PM bidang kewirausahaan diberikan kepada enam orang disabilitas berupa mesin jahit dan mesin pijat. Kemudian, stroller, kursi roda, dan alat bantu pendengaran kepada 10 orang. “Bantuan ini tujuannya untuk melatih kemandirian sasaran penerima manfaat,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bojonegoro Arwan mengatakan, para penerima bantuan ATENSI dari Kemensos tahap pertama ini sebelumnya telah melalui proses pendataan, verifikasi dan validasi. Sehingga, tepat sasaran. Pendataan awal calon penerima bantuan yang dilakukan Dinsos Bojonegoro terdapat sekitar 4.300 PPKS dari empat klaster. Pendataan itu dilakukan sekitar Oktober 2022.
“Penyerahan bantuan itu nantinya akan dilakukan secara bertahap sesuai usulan. Tahap pertama diberikan kepada 406 orang dan bisa jadi tahap selanjutnya lebih,” terangnya.
BACA JUGA:
Dishub Bojonegoro Siap Sambut Pemudik Gratis dari Surabaya
Bantuan ini dipastikan sesuai dan tepat sasaran. Sehingga tidak tumpang tindih dengan program bantuan sosial yang lain. “Meski satu orang adalah penerima program bantuan sosial yang berbeda, tetapi tidak mungkin mendapat bantuan yang sama. Karena sebelum pemberian bantuan sudah dilakukan validasi sesuai kebutuhan calon penerima,” terangnya.
Salah seorang penerima manfaat asal Desa Ngulanan, Dasmono, merasa terbantu dengan adanya bantuan ATENSI dari Kemensos ini. Hal yang sama juga diungkapkan oleh penyandang disabilitas, Tumini, asal Desa Semenkidul Kecamatan Sukosewu. Tumini merasa terbantu dengan bantuan mesin jahit yang diberikan.
Dia mengaku, biasanya mampu memproduksi 50 potong jahitan yang disetor ke konveksi. Mesin jahit yang digunakannya itu masih pinjam. “Alhamdulillah sekarang sudah punya mesin jahit sendiri,” ungkapnya. [lus/but]






