Surabaya (beritajatim.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan US Embassy Jakarta dan US Coast Guard mengunjungi PT Terminal Teluk Lamong (TTL) dalam agenda port visit pada hari ini. Kunjungan ini bertujuan untuk menekankan pentingnya penerapan kode keamanan internasional terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan (International Ship and Port Facility Security/ISPS Code), khususnya bagi yang melayani kapal dengan pelayaran internasional.
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Jon Kenedi, mengungkapkan bahwa penerapan ISPS Code tidak hanya untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan, tetapi juga untuk melindungi fasilitas pelabuhan dari serangan siber.
“Keamanan siber menjadi aspek penting untuk diutamakan, mengingat semakin maraknya serangan siber yang dapat merusak jaringan digitalisasi pada sistem peralatan modern di fasilitas pelabuhan,” jelas Jon.
Keamanan siber menjadi fokus utama dalam kunjungan ini, di mana Ditjen Hubla telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 16 Tahun 2024 yang mengatur terkait Pengembangan Penilaian dan Prosedur Keamanan Siber (Cyber Security) Pada Manajemen Kemananan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan untuk Penanganan Resiko Pada Sistem Jaringan Maya (Cyber Risk Management).
“Serangan siber dapat melumpuhkan bahkan merusak data, informasi, dan peralatan yang dimiliki fasilitas pelabuhan,” tambah Jon.
Dampak yang dapat ditimbulkan dari serangan siber tersebut sangatlah besar, mulai dari kerugian finansial, kecelakaan kerja, kemacetan di akses poin, hingga kehilangan data penting perusahaan dan pelanggan.
Lebih lanjut, Jon berharap tim dari US Coast Guard dapat memberikan observasi dan masukan bagi Terminal Teluk Lamong dalam upaya meningkatkan kepatuhan terhadap implementasi ISPS Code.
“Hal ini penting untuk memastikan bahwa infrastruktur maritim Indonesia tidak hanya memenuhi persyaratan keamanan yang tepat, tetapi juga mampu menjawab tantangan keamanan modern secara efektif,” tukasnya.
Pada kesempatan yang sama, Operation Senior Manager PT. Terminal Teluk Lamong, Anang Januriandoko, mengungkapkan bahwa Terminal Teluk Lamong telah mendapatkan sertifikasi ISPS Code sejak tahun 2015.
“Kami berharap rekomendasi dan feedback dari port visit ini nantinya dapat meningkatkan level compliance Terminal Teluk Lamong dalam penerapan ISPS Code serta meningkatkan partnership kami dengan stakeholder dan US Coast Guard,” tuturnya.
Anang juga menyampaikan terima kasih kepada Kemenhub, khususnya Ditjen Hubla, atas peran aktifnya dalam membina Terminal Teluk Lamong dalam penerapan ISPS Code.
“Kemenhub secara periodik terus memberikan evaluasinya sehingga kami dapat melayani pelayaran-pelayaran internasional dengan aman,” tutup Anang.
Port visit Terminal Teluk Lamong ini dihadiri oleh perwakilan dari US Embassy Jakarta, US Coast Guard, Department of Homeland Security, dan Cybersecurity and Infrastructure Security Agency.
dan fasilitas pelabuhan yang melayani pelayaran internasional untuk menerapkan langkah-langkah keamanan tertentu, seperti penilaian risiko keamanan, penyusunan rencana keamanan, dan pembentukan tim keamanan.[rea/kun]






