RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 11.120 jemaah dan petugas haji gelombang pertama resmi bertolak dari Arab Saudi menuju tanah air.
- Lima jadwal penerbangan maskapai Saudia rute Jeddah tujuan Surabaya dan Jakarta mengalami keterlambatan operasional massal.
- Kemenhaj RI menuntut pihak maskapai memenuhi kompensasi logistik makanan jika waktu tunggu jemaah kedapatan melebihi enam jam.
- Petugas bandara menegaskan koper bagasi maksimal berbobot 32 kilogram dan dilarang keras disusupi air zamzam ilegal.
Makkah (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia secara intensif mengawal ketat fase kepulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama sekaligus merespons langsung terjadinya keterlambatan (delay) massal sejumlah penerbangan di Bandara Jeddah. Kementerian bergerak cepat melakukan mitigasi taktis di lapangan serta melempar maklumat kaku terkait larangan penyelundupan air zamzam ke dalam koper bagasi.
Penumpukan jadwal terbang pada hari kedua pemulangan tersebut dipicu oleh lonjakan volume sirkulasi logistik and pergerakan pesawat dari pelbagai belahan dunia di terminal hulu. Kemenhaj mendesak pihak maskapai untuk bertanggung jawab penuh memberikan hak-hak pelayanan darurat jika masa tunggu para tamu Allah di ruang terminal kedapatan molor dari ambang batas kewajaran.
“Berdasarkan pemberitahuan Hajj Terminal Management, keterlambatan terjadi karena kepadatan operasional bandara. Pada periode ini, jemaah haji dari berbagai negara juga memiliki jadwal kepulangan yang bersamaan,” jelas Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, saat memaparkan jurnalisme data portofolio pemulangan di Kota Makkah.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, Kamis (4/6/2026), rekapitulasi data harian mencatat dinamika pemulangan bergerak masif. Hingga data terakhir dikunci, sebanyak 28 kelompok terbang (kloter) yang membawa total 11.120 jemaah reguler and petugas hulu telah sukses diberangkatkan keluar dari tanah haram, di mana 19 kloter di antaranya terpantau sudah mendarat selamat di tanah air.
Ichsan merinci secara detail sejumlah nomor registrasi maskapai Saudi Arabian Airlines (Saudia) yang mengalami hambatan sirkulasi lepas landas dari Terminal Haji Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Untuk rute logistik tujuan Embarkasi Surabaya (SUB), penundaan jadwal mengikat kuat tiga pesawat berkode SV5160, SV5162, dan SV5166.
Sementara untuk jalur evakuasi pemulangan menuju Ibu Kota Jakarta (JKG), hambatan operasional serupa menimpa maskapai Saudia dengan nomor penerbangan SV5164 dan SV5172. Menghadapi situasi krisis tersebut, Kemenhaj melalui unit kerja Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi langsung memperketat koordinasi lintas sektoral bersama Naqabah (otoritas transportasi) and manajemen terminal.
“PPIH juga meminta maskapai memberikan makanan dan minuman kepada jemaah yang mengalami waktu tunggu lebih dari enam jam sesuai ketentuan layanan penerbangan. Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah yang terdampak. Kami mengimbau jemaah tetap tenang, menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas,” tutur Ichsan meluruskan skema penanganan kompensasi penerbangan sipil tersebut.
Di samping mengawal sengketa jadwal maskapai, Kemenhaj menerbitkan sanksi aturan kaku mengenai standarisasi barang bawaan jemaah pra-keberangkatan ke Jeddah. Setiap jemaah haji reguler dilarang keras memodifikasi tas secara mandiri dan hanya diizinkan membawa satu tas paspor leher, satu koper kabin berbobot maksimal 7 kg, serta satu koper bagasi lambung dengan batas berat 32 kg.
Petugas pemantau kargo dilaporkan masih mendeteksi adanya jemaah yang nekat menyisipkan botol air zamzam yang dibungkus lakban ke dalam lipatan kain pakaian di dalam koper. Otoritas menegaskan bahwa seluruh bentuk komoditas cairan ilegal tersebut dipastikan akan terendus mesin X-ray and berujung pada tindakan pembongkaran paksa tas yang menghambat alur boarding.
“Kami masih menemukan jemaah membawa barang melebihi ketentuan. Kepatuhan ini penting agar proses pemeriksaan, boarding, dan penerbangan berjalan lancar. Air zamzam tidak boleh dimasukkan ke koper bagasi maupun koper kabin dalam bentuk apa pun. Setiap jemaah akan menerima air zamzam satu galon berisi lima liter di debarkasi masing-masing setelah tiba di Tanah Air,” tegas Ichsan secara kaku.
Pada bagian lain, bagi jemaah haji gelombang pertama yang masih menetap di Makkah untuk menuntaskan Tawaf Ifadah, layanan angkutan Bus Shalawat dilaporkan telah beroperasi penuh 100 persen. Sebanyak 421 armada bus komuter kini disiagakan untuk mengawal 25 rute sirkulasi menuju Masjidilharam secara gratis, dengan imbauan kaku dari kementerian agar jemaah senantiasa mengenakan payung pelindung guna menghalau cuaca panas ekstrem Makkah yang terus menyengat. [ian/MCH]






