Malang (beritajatim.com) – Kepala Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Ivanovich Agusta, mengajak perwakilan desa di Malang Raya untuk menjadi smart village. Hal itu disampaikan saat Ivanovich Agusta memaparkan materi dalam acara sosialisasi desa cerdas di Pascasarjana lantai 7 Universitas Islam Malang (Unisma)
“Dari data ada 3378 desa yang ada sinyal, api internetnya kurang. Kemudian 2881 desa idak ada internet ini terutama di wilayah sangat pelosok di wilayah kepulauan dan sebagainya. Maka jelas dibutuhkan peningkatan dana desa dari dari 1 Miliar per tahun menjadi 5 Miliar per tahun,” ujar Ivanovich Agusta, Minggu (21/5/2023).
Menurut Kepala BPI Kemendes PDTT, usulan dana desa masuk akal dan rasional. Lazimnya di Indonesia ada rancangan yang sangat teratur dan pola tertentu yang mengacu pada beberapa kajian jika ada dukungan dari tokoh, kebijakan tersebut akan cepat terwujud. Saat ini, ada 20.000 desa maju dan 6.000 desa mandiri.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/prodi-akuntansi-feb-unisma-raih-akreditasi-unggul/
“Ini momentum kuat bagi desa untuk masuknya teknologi informasi atau internet. Contohnya beberapa desa di Jawa Timur ada yang sudah membuat aplikasi untuk memunculkan pupuk tanaman, kemudian membuat aplikasi ojek online,” sambung Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Kemendes PDTT.
Desa, untuk membangun infrastruktur internet rata-rata sampai total menghabiskan 16 Triliun Rupiah tiap tahun. Dana desa digunakan untuk membuat tower, membuat jaringan dan infrastruktur internet. Desa-desa juga mengembangkan aplikasi dan membayar aplikasi tahunan itu sampai 10 Triliun tiap tahun.
“Jika dana jadi 5 Miliar maka kita punya harapan SDGs desa sebelum tahun 2023 bisa tercapai. Karena dari desa maju menuju mandiri itu sedikit lagi, jadi dengan anggaran 5 Miliar akan banyak desa menjadi mandiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Gus Muhaimin Iskandar turut menyampaikan materi tentang ‘5 Miliar setiap desa untuk mempercepat interkoneksi warga desa’. Menurutnya, Presiden, DPR, tokoh, dan seluruh masyarakat mengakui bahwa kepala desa amanah menjalankan anggaran desa sebesar 1 Miliar per tahun. Bahkan yang menggembirakan pembangunan desa sangat bergeliat dalam 6 tahun terakhir.
“Ini artinya strategi pembangunan dari bawah itu terbukti nyata manfaatnya. Oleh karena itu saya mengusulkan tahun 2024 ini, naik 5 lipat dana desa untuk desa. Sekarang kan 1 Miliaran kalau tidak salah, jadi naik menjadi 5 Miliaran,” ujar Muhaimin Iskandar.
Cak Imin dengan berani berkomitmen jika dana sebesar 5 miliar untuk desa akan menggeliatkan pembangunan desa secara masif. 3.000 Triliun APBN Indonesia jika dipilih 500 Triliun saja untuk dana desa. Cak Imin meyakini hal itu bakal berdampak pada kemandirian pembangunan nasional.
Sebagai tuan rumah kegiatan, Rektor Unisma turut mendukung rencana 5 Miliar 1 desa. Ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada pemerintah karena akan memberikan dana 5 Miliar untuk 1 Desa. Unisma sejauh ini menjadi partner desa dalam program Kandidat Sarjana Mengabdi.
“Jadi sebagai pimpinan perguruan tinggi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat yang telah memiliki program 1 Miliar per Desa. Karena kami ini sesungguhnya partnernya desa-desa itu dalam rangka untuk pengabdian pada masyarakat. Mahasiswa kami ketika kandidat sarjana mengerti hadir mendampingi desa dk Malang Raya,” ujar Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.
Acara sosialisasi desa cerdas diakhiri dengan pemberian apresiasi oleh Cak Imin kepada perwakilan desa cerdas yaitu, desa Wates dari kabupaten Blitar, dan Desa Padang dari Kabupaten Lumajang. Selain itu, Cak Imin memberikan tali asih kepada para penyandang Disabilitas. (dan/kun)






