Jombang (beritajatim.com) – Kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka satu putaran dalam Pemilu 2024 tidak lepas dari kontribusi pondok pesantren atau ponpes. Pasangan calon (Paslon) nomor urut 02 ini menang telak di TPS (Tempat Pemungutan Suara) sekitar pesantren.
Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Umum Jaga (Jaringan Gawagis) Nusantara KH. Zahrul Azhar atau Gus Hans dari PP (Pondok Pesantren) Queen At Tien Darul Ulum Jombang, menyikapi hitung cepat sejumlah lembaga survei yang memenangkan pasangan Capres-Cawapres yang diusung KIM (Koalisi Indonesia Maju) ini satu putaran.
Jaga Nusantara merupakan relawan pendukung Prabowo-Gibran yang menyasar kalangan pesantren.
Mereka berkeliling dari dari pesantren ke pesantren untuk menyosialisasikan program Prabowo-Gibran.
Bahkan gerakan kelompok ini hingga Malaysia. Yakni menemui alumni pesantren yang sedang belajar di negeri jiran untuk menyosialisasikan visi misi Prabowo-Gibran. Walhasil upaya tersebut berbuah manis. Pasangan berjuluk gemoy ini menang. Utamanya di TPS lingkungan pesantren.
“Segmen kita memang pesantren seluruh Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran. Juga kepada relawan yang telah berkeringan memenangkan pasangan ini (Prabowo-Gibran),” ujar Gus Hans.
Gus Hans mengungkapkan bahwa Pilpres (Pemilihan Presiden) sudah usai. Untuk itu sudah waktunya saling bergandeng tangan untuk persatuan bangsa. Juga mengawal program-program yang diusung oleh capres-cawapres. Salah satunya adalah DAP (Dana Abadi Pesantren) yang diusung oleh paslon 02.
“Sekarang ini waktunya bagaimana paslon 02 ini sesuai dengan harapan kita bersama. Yaitu bisa mempercepat dan juga mengakselesari agar DAP menjadi sebuah kenyataan yang bisa diterima kalangan pesantren.
Nah, pihaknya tidak asal menuntut. Tapi juga mengupayakan agar pesantren yang ada di bawah siap menerima program tersebut. Pasalnya, saat Jaga Nusantara berkunjung sejumlah daerah seperti Lampung, Pandeglang, Banten, Pontianak, ternyata banyak pesantren yang belum memiliki izin operasional.
“Sehingga ketika DAP dikucurkan bisa jadi tidak sampai kepada pesantren yang berhak. Tapi akan diambil orang lain yang selama ini tidak memiliki misi dan visi yang sama terhadap bangsa ini. Sehingga setelah kemenangan Pilpres ini kami terus berjalan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada pengasuh pesantren yang belum memiliki izin. Yakni melalui gerakan ayo mondok,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan Sekjen Jaga Nusantara Agus Habib Mustofa dari PP Unggulan An Najah Poncol Magetan. Dia menjelaskan bahwa ada seribu lebih TPS lingkungan pesantren yang menjadi ‘binaan’ Jaga Nusantara.
Walhasil, laporan yang sudah masuk sebanyak 539 TPS lingkungan pesantren, tepatnya di 43 titik se-Indonesia. Wakhasil, kemenangan pasangan Prabowo-Gibran tersebut rata-rata 69 persen. “Itu valid. Karena kita tidak sekadar menerima data, tapi harus ada verifikasinya,” urai Gus Tof, panggilan akrab Agus Habib Mustofa.
Selain Ketua Umum dan Sekjen, pernyataan di hadapan pers tersebut juga dihadiri petinggi Jaga Nusantara lainnya. Di antaranya, Ketua Dewan Penasehat KH. luqman Haris Dimyati dari PP Termas Pacitan, serta Anggota Dewas KH. Zahrul Jihad dari PP Pondok Tinggi Darul Ulum Jombang.
Selain itu juga anggota Jaga Nusantara Gus Hisyam dari PP Darus Sya’adah Lampung dan Gus Fauzi dari PP An Nur Azzahra Tempeh Lumajang. “Kami mengucapkan terima kasih kepada kiai, pengasuh, santri, atas upaya maksimal menyukseskan pemilu ini dengan damai,” ujar Ketua Dewan Penasihat KH. luqman Haris Dimyati. [suf]






