Lamongan (beritajatim.com) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan mencatat sejumlah aspek yang perlu dievaluasi, meskipun secara umum penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 berjalan lancar.
Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, menyebutkan adanya tantangan dalam skema layanan selama fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Tahun ini adalah masa transisi kebijakan dengan penerapan delapan syarikah. Proses adaptasi kebijakan ini berlangsung cukup cepat, sehingga berdampak pada pelayanan terhadap jemaah, terutama di Armuzna,” kata Ghofur, Rabu (9/7/2025).
Ghofur menilai sistem distribusi jemaah ke masing-masing syarikah yang belum tertata rapi, sehingga menimbulkan potensi ketidakefisienan.
Ghofur pun berharap agar ke depan skema transportasi dapat diperbaiki dengan konsep satu syarikah satu embarkasi, guna meningkatkan efisiensi dan kenyamanan jemaah.
“Atau setidaknya pembatasan syarikah berdasarkan data manifes berbasis syarikah,” ujarnya.
Sementara itu dari sisi konsumsi, Ghofur menilai layanan makanan untuk jamaah selama berada di Tanah Suci cukup baik dan memuaskan.
“Kebutuhan konsumsi jamaah selama pelaksanaan haji, alhamdulillah, dapat terpenuhi dengan baik. Ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara penyedia layanan, tim konsumsi, dan para petugas,” tuturnya.
Abdul Ghofur mengapresiasi seluruh petugas haji dan pihak terkait, yang telah bekerja keras mensukseskan pelaksanaan haji tahun 2025.
“Semoga evaluasi ini menjadi pijakan perbaikan untuk penyelenggaraan haji tahun-tahun mendatang, khususnya bagi jemaah asal Lamongan,” ucapnya. (fak/ted)






