Gresik (beritajatim.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik resmi memulai penanganan darurat pada ruas jalan rusak di jalur Duduk–Petisbenem hingga Betoyo Guci, Selasa (10/2/2026). Langkah cepat ini diambil guna merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama warga setempat yang melintasi jalur tersebut setiap hari.
Penanganan saat ini difokuskan pada pengurukan badan jalan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan paling parah. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) DPUTR Gresik dikerahkan untuk melakukan normalisasi jalan sebagai solusi jangka pendek demi menjamin kenyamanan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Koordinator Tim URC DPUTR Gresik, Samsul Bakri, menjelaskan bahwa pengurukan dilakukan pada spot-spot kritis sepanjang kurang lebih 500 meter. Tindakan ini bertujuan untuk menutup lubang-lubang dalam yang selama ini menjadi penyebab kecelakaan dan hambatan lalu lintas.
“Untuk ruas jalan Duduksampeyan-Petisbenem, penanganan sementara kami lakukan pengurukan sepanjang sekitar 500 meter di beberapa spot yang rusak parah. Sementara ini diuruk dulu agar pengguna jalan aman sambil menunggu paket pekerjaan dimulai,” kata Samsul Bakri, Selasa (10/2/2026).
Samsul menambahkan bahwa proses pengurukan ini diperkirakan memakan waktu selama dua hari. Kendati bersifat sementara, DPUTR telah menyusun rencana jangka panjang untuk memperkuat struktur jalan tersebut agar tidak mudah rusak kembali di masa mendatang.
Berdasarkan rencana teknis yang telah disusun, ruas jalan Duduksampeyan-Petisbenem nantinya akan ditingkatkan menggunakan konstruksi rigid beton. Penggunaan material beton ini dinilai lebih tahan lama untuk menahan beban kendaraan berat yang kerap melintasi jalur tersebut.
“Sesuai schedule paket lanjutan rencananya menggunakan rigid beton kurang lebih sepanjang 500 meter sambil menunggu paket dimulai,” imbuh Samsul menjelaskan tahapan pembangunan permanen yang segera menyusul.
Selama proses pengerjaan berlangsung, DPUTR Gresik mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di ruas Duduk Sampeyan-Betoyoguci untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini dikarenakan masih adanya aktivitas alat berat dan tumpukan material di badan jalan yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Mohon warga yang melintas berhati-hati karena masih ada pekerjaan pengurukan jalan,” ungkap Samsul menekankan pentingnya keamanan bersama di area proyek.
Pihak DPUTR berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan paket pekerjaan lanjutan dapat dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Perbaikan infrastruktur ini diharapkan mampu memulihkan mobilitas ekonomi warga Gresik dan meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas di jalur penghubung antar-desa tersebut. [dny/ian]






