Gresik (beritajatim.com) – Ratusan keluarga pekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dibantu modal usaha tanpa agunan. Ada 450 keluarga pekerja dari Semen Indonesia Group, Petrokimia Gresik, Pelindo dan SIER. Mereka dibantu perekonomiannya agar bisa membuka usaha.
Lailatul Rohimah (43) salah satu penerima modal tanpa agunan mengaku sangat terbantu adanya program dari Kementrian BUMN ini. Warga asal Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Gresik itu sudah 3 tahun membuka usaha warung kopi untuk menambah penghasilan keluarganya.
“Suami saya puluhan tahun menjadi pekerja di salah satu BUMN di Gresik. Alhamdulillah ada bantuan pinjaman modal dari PNM Mekaar,” ujarnya, Minggu (5/03/2023).
Dari usaha membuka warung kopi lanjut dia, sangat membantu perekonomian keluarga. Apalagi ada dua anaknya yang masih bersekolah.
“Anak saya dua satu di kelas XI SMA, dan satunya lagi di kelas VII SMP. Mereka masih butuh biaya sekolah,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Kementrian BUMN menghadirkan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang berfokus untuk kalangan perempuan pelaku usaha tidak terkecuali istri dari pekerja BUMN.
“Ibu-ibu yang ingin membantu perekonomian keluarga dengan membuka usaha bisa dapat pinjaman modal mulai dari Rp 3 juta tanpa agunan dari program mekaar,” kata Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bumn”]
Sejauh ini kata dia, program PNM Mekaar telah membiayai lebih dari 90.000 keluarga di Gresik, hal ini tentu mendorong peningkatan jumlah perempuan mandiri yang berdaya di Indonesia.
“Satu dari tiga Keluarga di Gresik sudah dibantu oleh PNM Mekaar untuk menyelamatkan ekonomi keluarga. Dari mulai buka warung kopi, jualan baju. Mereka sudah mulai mandiri dan bisa bantu suami,” katanya.
Program PNM Mekaar untuk istri pekerja prasejahtera menjadi penopang perekonomian Indonesia karena bukan hanya memberikan pembiayaan tetapi juga pelatihan pengembangan keterampilan untuk memulai usaha.
“Hal yang paling menyenangkan adalah bisa membantu keluarga kita sendiri, memanfaatkan setiap program BUMN untuk pengembangan, pelatihan, dan bantuan modal untuk istri pekerja BUMN,” pungkas Arya. [dny/but]






