Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) mulai membangun ulang dua rumah terdampak ledakan di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Kamis (16/1/2025).
Keluarga korban meminta agar bagian depan rumah korban Luluk Sudarwati (40) dibangun Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Hal tersebut disampaikan sang ibu, Jumaiyah saat Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Al Barra mendatangi rumah korban pada, Rabu (15/1/2024) kemarin.
“Kalau memang dibangun ulang, kalau bisa saya mohon yang bagian depan ini dibuat TPQ. Nanti rumahnya di bagian belakang, ini tinggalan orang tua. Iya masih saudara. Ini (rumah Aipda Maryudi), istrinya anak dari kakak saya,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) akan membangun ulang rumah terdampak ledakan di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Dari hasil assisment, ada dua rumah rusak parah.
Didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab), Kapolres dan Dandim 0815 Mojokerto, Bupati Mojokerto terpilih ini menyalurkan sejumlah paket bantuan. Diantaranya beras 25 kilogram (kg), minyak goreng 1 kardus, mie goreng 10 kardus, air mineral 5 kardus, paket peralatan masak dan makan serta kasur.
Korban meninggal dunia akibat ledakan di rumah anggota Bhabinkamtibmas Polsek Dlanggu, Polres Mojokerto, Luluk Sudarwati (40) dikenal sebagai guru ngaji. Ibu dua anak ini juga merupakan Sekretaris DPC PAN Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Sebelumnya, ledakan terjadi di sebuah rumah yang terletak di Perum Lawangasri, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/1/2025). Tak hanya menyebabkan empat rumah porak poranda, ledakan juga menyebabkan dua korban jiwa. [tin/kun]






