Malang (beritajatim.com) – Bupati Malang HM Sanusi bersama Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto serta perwakilan Walikota Batu dan perwakilan dari Pemkot Malang menggelar doa bersama dengan para keluarga 135 korban jiwa dalam Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (10/12/2022) siang. Doa bersama jelang 100 hari Tragedi Kanjuruhan di Stadion hari ini, diikuti para orangtua dan keluarga korban.
Mereka berharap keadilan bisa ditegakkan. Mereka juga menuntut para pelaku dihukum sesuai dengan pasal serta hukum yang ada.
“Kami (keluarga korban, red) melihat proses hukum Tragedi Kanjuruhan ini jalan di tempat atau stagnan. Kami berharap pelaku diproses hukum, supaya tidak bisa bebas,” ungkap salah satu keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, Vincensius Sari.
Vincensius adalah ayah kandung dari korban yang bernama Yohanes Revano Prasetyo asal Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kata Vincensius, banyak dari keluarga korban yang sampai saat ini terus menyuarakan hukum.
Salah satunya adalah Devi Athok, warga Kecamatan Bululawang yang kehilangan kedua putrinya. “Namun kenapa proses hukumnya macet. Apakah karena dari keluarga korban tidak ada wadah untuk menyalurkan,” tegasnya.
Vincensius mewakili keluarga korban berharap, dengan terbentuknya Forum Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan ini, bisa menggedor atau mengetuk seluruh instansi di negara ini. Terutama Pemerintah Daerah di Malang Raya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Tragedi-kanjuruhan”]
“Pemerintah harus turun. Karena Tragedi Kanjuruhan ini, tidak hanya merenggut ratusan nyawa. Banyak korban luka, patah tulang dan kehilangan pekerjaan. Karenanya negara harus hadir untuk penyambung hidup dan memperhatikan sosial ekonomi para keluarga korban dan korban,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menegaskan, terkait Tragedi Kanjuruhan menyerahkan proses hukum kepada Kepolisian. Ia berharap polisi bisa menangani kasus ini setuntas-tuntasnya dan seadil-adilnya.
“Karena ini (kasus Tragedi Kanjuruhan, red) bukan delik aduan. Sehingga polisi harus usut tuntas,” Sanusi mengakhiri. [yog/beq]






