Bojonegoro (beritajatim.com) – Kelompok Teater Gabud asal Kabupaten Bojonegoro mencoba menawarkan konsep pertunjukan teater yang lebih sederhana. Namun, tetap memperhatikan pesan yang ingin disampaikan agar tersampaikan kepada penonton.
Pertunjukan teater itu dikemas menggunakan halaman rumah warga sebagai panggung dengan setting natural. Selain itu, juga menggunakan konsep realis berbahasa lokal dan mengangkat isu-isu lokal dimana pertunjukan digelar.
“Konsep tersebut dipilih untuk membuat seni teater dan masyarakat terasa dekat sehingga masyarakat mudah mencerna isu-isu yang diangkat oleh Teater Gabud,” ujar Koordinator Teater Gabud, Mustakim, Jumat (16/2/2024).
Pada pertunjukan pertama, digelar di Sanggar Sastrawijaya, Desa Pejambon Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro dengan mengusung judul Rumah [te]Tangga dengan sutradara Dicky Munyok.
Rumah [te]Tangga diadaptasi dari naskah Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani. Ditulis menggunakan bahasa dan budaya daerah lokasi pertunjukan. Sehingga akan banyak menyinggung persoalan ekonomi, pernikahan dini, kultur sosial di kampung, hingga perceraian.
Adegan-Adegan Rumah [te]Tangga akan dibungkus dengan tragedi komedi. Komedi digunakan sebagai upaya mempertahankan segi hiburan untuk masyarakat sedangkan tragedi digunakan untuk mempertahankan isu-isu penting yang terkandung didalamnya.
Isu yang diangkat berakar pada pernikahan dini. Berdasarkan data UNICEF, Indonesia menduduki peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 di ASEAN dengan jumlah pernikahan dini terbanyak dengan jumlah pernikahan dini sebesar 1.459.000 kasus. Kasus tersebut banyak ditemukan di daerah-daerah kecil.
Pernikahan dini dapat menghasilkan berbagai dampak karena dilakukan tanpa adanya kesiapan secara fisik, mental, dan materi dalam menjalankan rumah tangga.
Ketidaksiapan fisik, mental, dan materi merujuk pada emosi pasangan pernikahan dini yang terbilang masih labil sehingga dapat menggoyahkan rumah tangga.
Permasalahan tersebut diperkuat dengan tetangga yang selalu ikut campur permasalahan rumah tangga seperti kehidupan sosial di kampung pada umumnya. Selain permasalahan mental, masalah ekonomi rumah tangga juga menjadi poin penting. Besarnya kebutuhan seringkali tidak seimbang dengan pemasukan sehingga memaksa pasangan pernikahan dini melakukan utang untuk menutupi kebutuhan.
Sementara desakan utang membuat pasangan melakukan berbagai cara untuk melunasi. Ketidaksiapan dalam membangun prinsip rumah tangga dan ekonomi seringkali berujung pada masalah perceraian.
Dalam pertunjukan drama itu, dimainkan oleh aktor-aktor muda asal Bojonegoro dan Tuban, antara lain, Guntur Cidro, Jejep Jevia, Imam Plankton, King Yaqi, Mamat Bayhaqi, Lita Sosialita, dan Takim Actore. Pertunjukan ini akan digelar keliling di lima titik di sekitar Bojonegoro, seperti di Kecamatan Sumberejo, Dander, Kalitidu, Rengel, dan Bojonegoro kota.
Teater Gabud merupakan kelompok teater umum yang bermarkas di Actore, MediaArt Desa Kauman, Bojonegoro. Teater Gabud beranggotakan anak-anak muda asal Bojonegoro dan sekitarnya. [lus/kun]
Jadwal Pentas Keliling Teater Gabud:
Pentas pertama, Sumberejo
1. Hari: Jumat, 16 Februari 2024
Lokasi: Sanggar Sastrawijaya, Desa Pejambon Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro
Pukul: 20.00 WIB – Seleseai
2. Hari: Jumat, 23 Februari 2024
Lokasi: Gang Makam Merdoyo RT 05 RW 01 Desa/Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro
Pukul: 20.00 WIB – Selesai
3. Hari: Selasa, 27 Februari 2024
Lokasi: Desa Sale Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro
Pukul: 20.00 WIB – Selesai
4. Hari: Jumat, 1 Maret 2024
Lokasi: Rumah Budaya, Dusun Karangtengah Desa/Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban
Pukul: 20.00 WIB – Selesai
5. Hari: Jumat, 8 Maret 2024
Lokasi: Actore MediArt, Gang Modin 1 No 41a, Kauman, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro
Pukul: 20.00 WIB – Selesai






