Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menegaskan visinya untuk menjadi tulang punggung dan pionir pengembangan Kecerdasan Artifisial (AI) di tingkat nasional. Komitmen ini menjadi benang merah utama dalam Orientasi Pendidikan (ORDIK) Pascasarjana Tahun Akademik 2025-2026 yang digelar bagi 68 mahasiswa baru program Magister dan Doktor.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium FILKOM UB pada Selasa (19/8/2025) ini diikuti oleh 10 maba Magister Sistem Informasi, 39 maba Magister Sistem Informasi, dan 19 maba Doktor. Acara ini menanamkan visi strategis fakultas kepada para intelektual muda yang akan menjadi motor penggerak inovasi di masa depan.
Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, menjelaskan bahwa dua prodi, yaitu Magister Sistem Informasi baru pertama kali dibuka pada semester ganjil ini dan langsung mendapatkan sambutan positif.
”Kami melakukan kunjungan ke beberapa daerah di luar Jawa seperti Mataram, Makassar, dan Samarinda untuk membangun kerja sama. Banyak dosen di sana kesulitan studi lanjut S3 secara penuh karena keterbatasan SDM pengganti. Kami mencoba menjembatani kebutuhan ini dengan program yang memungkinkan mereka tetap bisa menjalankan tugas di instansi asal tanpa melanggar aturan kementerian,” jelas Dekan.
Dekan FILKOM UB menekankan bahwa orientasi ini adalah titik awal bagi mahasiswa pascasarjana untuk menyelaraskan diri dengan ekosistem akademik fakultas yang dinamis dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata. Tri Astoto Kurniawan juga menyoroti adanya perubahan fundamental dalam paradigma pendanaan riset di fakultas.
Menurutnya, riset kini diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri dan negara secara langsung. ”Kami sekarang fokus pada dana riset strategis. Artinya, proposal tidak lagi dibuka secara bebas, tetapi kami memetakan terlebih dahulu apa kebutuhan industri. Misalnya, kami bertanya ke PLN, Anda butuh apa? Lalu kebutuhan itu kami tawarkan ke para peneliti agar proposal mereka bisa langsung menjawab masalah tersebut,” tegas Dekan.
Strategi ini diperkuat dengan skema co-funding, di mana pendanaan riset melibatkan partisipasi industri. “Kami ingin industri terlibat aktif. Dengan skema ini, riset yang dihasilkan akan relevan, sesuai kebutuhan, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Fokus utama FILKOM UB saat ini adalah memperkuat ekosistem riset dan pendidikan berbasis AI. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komputer, Dr. Candra Dewi, S.Kom, M.Sc., yang menyatakan bahwa program doktor di FILKOM kini memiliki kekhususan yang unik.
“Program Doktor Ilmu Komputer kami memiliki satu kekhasan, yaitu pengembangan teknologi informasi dengan mengusung AI. Ini adalah keunggulan yang kami tawarkan dan sejalan dengan mandat untuk menjadikan UB sebagai kampus AI,” jelas Dr. Dewi.
Ia menambahkan, kekhususan ini disambut sangat baik, terbukti dari tingginya minat para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya dari luar Jawa, untuk melanjutkan studi. “Kami ingin FILKOM menjadi pionir yang didukung oleh 17 fakultas lain di UB. Ini kekuatan kita untuk memajukan riset AI di Indonesia,” tegasnya.
Selain memperkuat program yang sudah ada, FILKOM UB juga terus berinovasi dengan membuka program studi yang relevan. Tahun ini, Prodi Magister Sistem Informasi (MSI) resmi menerima angkatan pertamanya.
Ketua Prodi MSI, Ir. Aryo Pinandito, S.T., M.MT, Ph.D, mengungkapkan rasa syukurnya. “Sebagai prodi baru, menerima 10 mahasiswa di angkatan pertama merupakan awal yang sangat baik. Ini menunjukkan tingginya kebutuhan studi lanjut di bidang sistem informasi, baik dari kalangan akademisi maupun profesional industri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Prodi Magister Ilmu Komputer (MILKOM), Dr.Eng. Fitra Abdurrachman Bachtiar, S.T., M.Eng., melaporkan adanya tren peningkatan mahasiswa dari tahun ke tahun. “Alhamdulillah, tahun ini kami juga menerima dua mahasiswa internasional dari Timor-Leste dan Turki. Ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan kami mulai diakui di tingkat global,” kata Dr. Fitra.
Untuk mewujudkan visinya, FILKOM UB membangun ekosistem akademik yang kuat melalui dukungan riset dan jaringan kolaborasi internasional..Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya, Ir. Agus Wahyu Widodo, S.T., M.Cs., menyatakan komitmen fakultas dalam memberikan dukungan finansial.
“Kami setiap tahun mengalokasikan beasiswa, baik dalam bentuk pembebasan SPP maupun hibah riset (research grant), untuk membantu mahasiswa lulus tepat waktu dengan kualitas karya ilmiah terbaik,” paparnya.

Di panggung internasional, FILKOM aktif menjalin kerja sama strategis. Ketua Departemen Sistem Informasi, Dr. Ir. Fajar Pradana, S.ST., M.Eng., memaparkan, “Kami telah berhasil menjalin kerja sama dengan Osaka University, universitas peringkat QS200. Selain itu, kolaborasi mata kuliah juga berjalan dengan Nuremberg University dan Ritsumeikan University.”
Seluruh program pendidikan pascasarjana di FILKOM dirancang untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi. Ketua Departemen Teknik Informatika, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng.,Ph.D, menjelaskan bahwa kurikulum disusun berdasarkan hasil tracer study untuk menentukan profil lulusan yang dibutuhkan.
“Lulusan kami disiapkan menjadi akademisi unggul dan praktisi ahli di bidang AI. Terbukti, banyak alumni kami yang berkarir sebagai dosen serta peneliti di perusahaan teknologi terkemuka seperti Samsung R&D dan Nomura Research Institute,” tutupnya.
Sebagai informasi acara dibuka secara resmi oleh Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc didampingi Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. dan jajaran pimpinan fakultas. Di antaranya adalah Wakil Dekan Bidang Akademik Dr.Eng. Ir. Herman Tolle, S.T., M.T., Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Ir. Agus Wahyu Widodo, S.T., M.Cs., serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa Drs. Muh. Arif Rahman, M.Kom. (dan/kun)






