Pacitan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur merilis data terkini mengenai wilayah yang terdampak kekeringan 2024. Pacitan menjadi salah satu dari enam kabupaten di provinsi ini yang saat ini berstatus tanggap darurat.
Kabupaten lain yang juga mengalami dampak serupa adalah Lumajang, Pamekasan, Sumenep, Blitar, dan Jombang.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono, mengungkapkan hingga saat ini ada lima desa yang telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan dropping air bersih.
Kelima desa tersebut meliputi Desa Klepu dan Belah di Kecamatan Donorojo, Desa Kebonsari di Kecamatan Punung, serta Desa Pagerejo di Kecamatan Ngadirojo dan Desa Jetak di kecamatan Tulakan.
“Kami tentu memprioritaskan kebutuhan air yang mendesak terlebih dahulu. Artinya, tetap ada skala prioritas ketika ada pengajuan air bersih. Dan kelima desa yang telah mengajukan tersebut kami lihat layak mendapatkan dropping,” jelas Radite.
Meskipun jumlah desa yang berpotensi mengalami kekeringan turun dari 59 desa tahun lalu menjadi sekitar 34 desa tahun ini, BPBD tetap mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi kemungkinan puncak musim kemarau yang diprediksi akan terjadi antara Agustus hingga September mendatang.
Penurunan jumlah desa terdampak sendiri disebabkan oleh berbagai intervensi melalui program penanganan kekeringan, seperti pembangunan sumur bor dan pemanfaatan sumber air yang ada. BPBD terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan agar kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak dapat terpenuhi secara efektif.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat setempat, diharapkan kondisi ini dapat ditangani dengan lebih baik dan mengurangi dampak negatif dari kekeringan di masa mendatang. [sul/beq]






