Pamekasan (beritajatim.com) – Musim kemarau di kabupaten Pamekasan, mengakibatkan sebanyak 11 kecamatan dari total 13 kecamatan berbeda, mengalami kekeringan dengan katagori berbeda.
Jumlah tersebut berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, di mana angka kekeringan tersebar di 321 dusun, 77 desa di 11 kecamatan berbeda di Pamekasan.
“Titik kekeringan di Pamekasan semakin meluas dibanding kemarau sebelumnya. Pada 2022 lalu, tersebar di 72 desa di 9 kecamatan berbeda. Tahun ini bertambah menjadi 77 desa di 11 kecamatan berbeda,” kata Sekretaris BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir, Jum’at (11/8/2023).
Jumlah titik kekeringan tersebut tersebar di 321 dusun, angka yang sama dengan musim kemarau tahun sebelumnya. “Untuk klasifikasi atau status kekeringan, sebanyak 49 desa berstatus kering langka, sebanyak 28 desa lainnya masuk katagori kering kritis,” ungkapnya.
Baca Juga: BPBD Pamekasan Terjunkan 8 Armada Tangki Air Tanggulangi Kekeringan
Guna menanggulangi kekeringan, Pemkab Pamekasan menerjunkan 8 armada tangki untuk mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik kekeringan.
Delapan armada tangki tersebut meliputi 4 tangki air milik BPBD, serta 4 tangki air lainnya milik PDAM. Armada tersebut diterjunkan ke seluruh titik kekeringan dengan cara bertahap dan berkesinambungan.
“Proses pengiriman air bersih ini sudah kita lakukan sejak 1 Agustus 2023, tentunya sambil lalu menunggu informasi dari BMKG seiring dengan status musim kemarau tahun ini. Sebab puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga Oktober 2023,” pungkasnya. [pin/but]






