Jombang (beritajatim.com) – Pemerhati sejarah di Jombang, Arif Yulianto atau yang lebih dikenal dengan Cak Arif, kembali mengungkapkan sebuah kisah menarik tentang kelahiran Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno atau Bung Karno.
Kali ini, Cak Arif membuka lembaran sejarah terkait sosok yang menjadi saksi kelahiran Bung Karno di Ploso, Karesidenan Surabaya, yang kini menjadi bagian dari Kabupaten Jombang.
Pada Selasa (17/2/2026), Cak Arif memaparkan penemuan sebuah foto lama yang menggambarkan sebuah kejadian di tahun 1925. Foto itu menunjukkan sosok yang dikenal dengan nama Mas Kiai Suro Sentono atau Kek Suro.
“Foto yang ada tulisan ‘Koenjoengan R.Djamiloen ke Broemboeng 1925 ini saya temukan di Kabuh Jombang. Raden Djamiloen adalah saudara Bupati Jombang Pertama, R. A. A Soeroadiningrat V,” jelas Cak Arif.
Menurut Cak Arif, selama ini nama Kek Suro menjadi misteri. Namun, melalui cerita dari keluarga Situs Persada Soekarno Kediri, akhirnya diketahui bahwa Kek Suro adalah saksi kelahiran Bung Karno.
“Oleh pemilik foto yang bernama Pak Sulisyono Imam Jayaharja, ada beberapa sosok yang disebutkan. Ada Raden Djamiloen, Mbah Suro (Kek Suro), dan buyut Pak Sulisyono sendiri yang bernama Buyut Ilyas. Nah, Buyut Ilyas ini Lurah Brumbung (Broemboeng) saat itu,” ungkapnya.
Cak Arif juga menambahkan bahwa foto tersebut mengungkapkan keterkaitan antara Ploso dan Kabuh yang terletak berdekatan. “Jadi Bung Karno lahir di Ploso 6 Juni 1902, saksi kelahirannya adalah Kek Suro orang Kabuh. Ploso dan Kabuh wilayah yang berdekatan, ada di utara Brantas di Kabupaten Jombang,” ujarnya.
Dalam penelusuran lebih lanjut, Cak Arif bersama Binhad Nurrohmat, penelusur sejarah, membawa foto tersebut ke keluarga Raden Djamiloen di Sedayu, Gresik, untuk mendapatkan pembanding. Meski keluarga Raden Djamiloen tidak memiliki foto Raden Djamiloen, mereka yakin bahwa sosok yang dimaksud adalah benar adanya karena ada kesamaan wajah dengan ayahnya, Kanjeng Sepuh Sedayu.
“Keluarga Raden Djamiloen di Sedayu meyakini bahwa Raden Djamiloen yang disebutkan Pak Sulisyono itu benar adanya,” kata Cak Arif, menambahkan keyakinan tersebut berdasarkan perbandingan wajah dengan ayah Raden Djamiloen.
Kisah ini semakin menarik ketika Cak Arif menemukan informasi yang sesuai dengan narasi dalam biografi Bung Karno yang ditulis oleh Cindy Adams pada tahun 1966. Buku tersebut menceritakan tentang sosok “kakek tua” yang menyambut kelahiran Bung Karno, yang ternyata adalah Kek Suro.
“Siapakah kakek tua yang dimaksud di buku itu, tak lain adalah Mas Kiai Suro Sentono atau Kek Suro, kerabat keluarga Bung Karno. Kek Suro lahir di Kabuh yang saat ini masuk Kabupaten Jombang,” tambah Cak Arif.
Lebih lanjut, Cak Arif juga menyebutkan bahwa Kek Suro dimakamkan di Yogyakarta setelah menjadi penasihat spiritual Bung Karno antara tahun 1946 hingga 1949. Cak Arif bersama sejumlah penelusur sejarah telah mengunjungi makam Kuncen di Yogyakarta, yang terletak satu kompleks dengan makam H.O.S Cokroaminoto.
Dengan penemuan ini, Cak Arif berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat, bahwa Bung Karno memang lahir di Ploso pada 6 Juni 1902, yang kini masuk wilayah Kabupaten Jombang. “Ploso kini masuk wilayah Kabupaten Jombang,” tutup Cak Arif. [suf]





