Lamongan (beritajatim.com) – Suasana di ruang tahanan Polres Lamongan pada hari keemam Ramadan terasa jauh berbeda, dibandingkan hari-hari biasa.
Menjelang Maghrib, para tahanan berbaris rapi. Duduk bersila di atas alas yang digelar di lantai ruang tahanan. Mereka menunggu waktu berbuka puasa bersama Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman, bersama jajarannya, Selasa (24/2/2026).
Suasana ruang tahanan yang biasanya identik dengan pengamanan ketat petugas, sore itu terasa lebih hangat dan penuh khidmat.
Kapolres Arif sengaja menyempatkan waktu untuk menikmati waktu berbuka dengan para tahanan, sekaligus mengajak seluruh tahanan memanfaatkan momen Ramadan sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan menata kembali kehidupan.
“Puasa Ramadhan keenam ini banyak yang mengajak saya buka puasa bersama, tetapi saya lebih memilih dengan bapak-bapak semua yang ada di sini. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita semua,” kata Arif, membuka sambutannya, dihadapan para tahanan.
Pada kesempatan itu, Arif juga menekankan bahwa bulan suci Ramadan adalah waktu terbaik untuk introspeksi diri dan memperbaiki kesalahan masa lalu.
“Pintu ampunan terbuka lebar bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh dalam taubatan nasuha,” ujarnya.
Setelah sambutan dan pesan moral yang diaampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama, salat Magrib berjamaah, dan makan bersama secara sederhana.
Meski berlangsung singkat, kebersamaan dalam berbuka puasa bersama itu menghadirkan suasana yang lebih cair, lebih dekat, dan sarat pesan moral.
Lwbih lanjut Arif menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pembinaan, dan membangun oendekatan yang lebih humanis di lingkungan Polres Lamongan.
“Melalui pendekatan humanis dan spiritual di bulan suci Ramadan, diharapkan para tahanan mendapatkan dukungan moral serta motivasi, untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani proses hukum,” ucapnya. (fak/ian)






