Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) segera membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Dua program yang kini disiapkan adalah spesialis pulmonologi dan respirasi serta spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn).
Dekan FK Unusa, Dr Handayani, dr., M.Kes, menyebut langkah ini untuk memperkuat posisi Unusa. “Ada dua PPDS yang sedang disiapkan. Kami mohon doa restu semoga rencana ini segera terwujud,” ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Wakil Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis), Prof. Muchlas Samani menambahkan Unusa mendapat mandat pemerintah untuk membuka lima PPDS. Namun tahap awal baru dua program yang diproses. “Saat ini sedang berproses, mudah-mudahan segera mendapatkan izin,” katanya.
Menurut Muchlas, peluang itu semakin terbuka karena Unusa memiliki tiga rumah sakit sendiri serta akreditasi unggul untuk program studi kedokteran. Apalagi, persaingan pendidikan kedokteran di Surabaya kian ketat, yang kini mencapai 14 institusi. Kehadiran PPDS di Unusa diharapkan bisa memperkuat daya saing sekaligus memenuhi kebutuhan dokter spesialis.
Di sisi lain, Rektor Unusa, Prof. Achmad Jazidie, menambahkan pada tahun ajaran 2025/2026 FK Unusa mulai menerima mahasiswa penerima KIP-K. “Kuotanya empat mahasiswa. Ini bentuk komitmen Unusa memberi kesempatan anak bangsa menempuh pendidikan tinggi meski biaya kedokteran cukup tinggi,” jelasnya.
Dalam acara yang sama, FK Unusa juga melantik dan mengambil sumpah 11 dokter baru. Hingga kini total ada 214 dokter yang sudah diluluskan dengan tingkat kelulusan first taker UKMPPD di atas 80 persen. [ipl/but]






