Kediri (beritajatim.com) – Bidang Akses dan Mobilitas mengantarkan Kota Kediri, Jawa Timur menduduki peringkat I Kota Paling Berkelanjutan di Indonesia.
Kota Kediri meraih poin tertinggi pada bidang akses dan mobilitas sehingga dinobatkan Kota Paling Berkelanjutan. Tak tanggung-tanggung skornya mencapai 1.280.
Sebenarnya ada beberapa bidang yang dinilai dari Kota Kediri ini. Mulai dari penataan ruang dan infrastruktur. Lalu energi dan perubahan iklim, tata kelola sampah serta limbah.
Selain itu, penilaian pada bidang tata kelola air, akses serta mobilitas. Juga bidang tata pamong alias govermance dari Kota Kediri.

Tidak mudah bagi Kota Kediri dalam mempersiapkan ini, terutama dalam bidang akses dan mobilitas. Sebab, rasio jumlah kendaraan terhadap populasi serta layanan transportasi umum menjadi hal yang serius digarap.
Tidak hanya itu saja, prosentase area parkir, inisiatif mengurangi kendaraan pribadi beremisi, jalur pejalan kaki dan jalur sepeda.
Baca Juga : Siap All Out Jadi Jurkam Ganjar, Bupati Kediri Mas Dhito Trending di Twitter
Menurut Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, program yang dijalankan terbagi ke beberapa bidang. Seperti bidang lalu lintas terkait dengan zona selamat sekolah (ZOSS), jalur sepeda, dan aplikasi Traker.
Lalu, Bidang angkutan yakni dengan adanya bus sekolah. Lalu terkait antisipasi gas buangan dengan Car Free Day (CFD) setiap hari Minggu dan pengujian kendaraan bermotor.
“Akses dan mobilitas ini menjadi hal yang harus diperhatikan di perkotaan. Apalagi Kota Kediri ini area perkotaan dengan mobilitas tinggi masyarakat. Bahkan yang beraktivitas tidak hanya warga Kota Kediri namun juga warga dari daerah sekitar,” katanya.

Dalam membangun Kota Kediri akses dan mobilitas, tegas Wali Kota yang karib disapa Mas Abu, benar-benar dipikirkan. Tujuannya supaya kota ini berkelanjutan. Pihaknya membuat program-program yang memudahkan akses dan mobilitas.
Abu Bakar menjelaskan akses dan mobilitas yang ada di Kota Kediri ini dirancang untuk efisiensi ekonomi serta efisiensi waktu. Akses dan mobilitas ini terus diperbaiki untuk mendukung pergerakan masyarakat.
Selain itu juga mendukung Sustainable Development Goals. Dengan menyediakan akses dan mobilitas yang memadai bagi masyarakat.
“Di Kediri ini akan banyak perubahan seperti adanya bandara dan jalan tol. Kita benar-benar persiapkan akses dan mobilitas bagi masyarakat. Kota ini akan semakin ramai,” jelasnya. [nm/ted]






