Mojokerto (beritajatim.com) – Siti Katoyah (52), warga Krian, Sidoarjo, tewas seketika usai motor yang ditumpanginya terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Kamis (5/2/2026) malam. Korban yang saat itu dibonceng putranya, Imam Santoso (21), diduga menjadi korban tabrak lari setelah terjatuh di antara dua truk besar.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB saat sepeda motor Yamaha NMax bernopol W 4921 NCW melaju dari arah Jombang menuju Mojokerto. Sesampainya di simpang empat Trowulan, kendaraan korban tiba-tiba kehilangan kendali dan terjatuh tepat di tengah kepadatan lalu lintas.
Solikhin (51), salah satu saksi mata, memberikan kesaksian bahwa posisi korban terjepit di antara truk jenis fuso dan truk engkel. “Ada dua truk, yang satu fuso dan satunya engkel. Korban berada di tengah-tengah di antara dua truk itu,” ungkapnya kepada awak media.
Kondisi jalan saat itu dilaporkan sedang ramai karena lampu lalu lintas dari arah barat sedang menyala hijau. Solikhin mengaku tidak melihat proses jatuhnya motor secara langsung, namun ia mendapati korban sudah tergeletak saat lampu berubah merah.
“Begitu lampu merah, saya lihat sudah ada orang tergeletak. Diduga korban terlindas truk hingga meninggal dunia, yang membonceng selamat dan hanya mengalami luka ringan. Tidak lama polisi dan dan membawa korban ke rumah sakit menggunakan mobil ambulance,” kata Solikhin menceritakan detik-detik pasca-kejadian.
Truk yang diduga terlibat dalam insiden maut tersebut dilaporkan melarikan diri ke arah Surabaya tanpa memberikan pertolongan. Petugas kepolisian bersama relawan segera mengevakuasi jenazah Siti Katoyah ke RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Mojokerto kini tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari bukti-bukti tambahan. Sejumlah saksi di lokasi kejadian juga telah dimintai keterangan guna mengidentifikasi identitas kendaraan yang terlibat tabrak lari tersebut.
Kepolisian terus berupaya mengumpulkan bukti teknis, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sepanjang jalur arteri Trowulan untuk melacak keberadaan truk tersebut. Hingga berita ini dirilis, petugas masih mendalami penyebab pasti jatuhnya sepeda motor korban sebelum insiden fatal itu terjadi. [tin/beq]






