Jakarta (beritajatim.com) – Kecelakaan beruntun kembali terjadi di ruas jalan tol. Kali ini terjadi di KM 92 Ruas Tol Cipularang arah Jakarta pada pukul 15.15 WIB. Kecelakaan beruntun melibatkan sebuah truk pengangkut kardus dan beberapa kendaraan lain.
Menurut Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, peristiwa ini, kembali menambah deretan panjang tingginya kecelakaan lalu lintas di jalan tol yang semakin mengkhawatirkan.
Dia membeberkan, data dari Korlantas Polri pada Oktober 2024 menunjukkan masih tingginya jumlah kecelakaan di jalan tol dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022, tercatat 1.464 kecelakaan lalu lintas dengan 688 korban meninggal dunia, 237 luka berat, dan 2.564 luka ringan.
Jumlah ini meningkat di tahun 2023 menjadi 1.656 kecelakaan dengan korban meninggal dunia sebanyak 704 orang, 285 luka berat, dan 2.971 luka ringan.
“Fakta ini menunjukkan perlunya upaya konkret untuk meningkatkan keselamatan di jalan tol,” tegas Danang.
Dia pun menyoroti beberapa permasalahan utama yang menyebabkan tingginya angka kecelakaan di jalan tol. Menurutnya, permasalahan truk ODOL (over dimension and over load), parkir di bahu jalan, serta disparitas kecepatan antar kendaraan masih menjadi isu serius yang perlu perhatian.
Selain itu, Danang juga menekankan pentingnya memperhatikan kesehatan fisik dan mental pengemudi, khususnya pengemudi truk.
“Pemerintah harus memastikan pengemudi truk tetap sehat agar mereka mampu mengemudi dengan baik dan aman,” tambahnya.
Sebelumnya, Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Agni Mayvinna mengatakan, petugas Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) melalui Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan Kepolisian dilengkapi dengan ambulance, derek dan rescue telah berada di lokasi kejadian dan melakukan pengaturan yang dibutuhkan.
Sebagai upaya mengurai kepadatan, pengguna jalan dari Bandung arah Jakarta yang akan melintas, dialihkan keluar melalui Gerbang Tol (GT) Cikamuning di KM 116 dan masuk Kembali melalui GT Jatiluhur di KM 84.
“Penyebab kecelakaan dan korban masih dalam proses pendataan bersama pihak Kepolisian,” ujarnya. [hen/aje]






