Batu (beritajatim.com) – Anggota DPR RI asal Malang Raya, M Hasanuddin Wahid, atau yang akrab disapa Cak Udin, mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan dan regulasi terhadap operasional kendaraan angkutan bus. Desakan ini menyusul insiden kecelakaan maut di Kota Batu pada Rabu malam, 8 Januari 2024.
Kecelakaan yang menelan empat korban jiwa dan menyebabkan puluhan lainnya terluka itu melibatkan sebuah bus pariwisata yang membawa rombongan pelajar SMK dari Bali. Bus diduga mengalami kegagalan rem dan menabrak belasan kendaraan roda empat dan roda dua di Jalan Imam Bonjol, Kota Batu.
Berdasarkan temuan kepolisian, surat uji kelayakan kendaraan (KIR) bus tersebut telah habis masa berlakunya sejak 15 Desember 2023. Bahkan, izin operasional bus sudah kadaluwarsa sejak April 2020.
Cak Udin menyesalkan masih adanya perusahaan otobus (PO) yang abai terhadap kelayakan kendaraan mereka. Apalagi menurutnya bus itu menyangkut nyawa orang.
“Ini menyangkut nyawa orang. Angkutan bus, apalagi yang membawa puluhan penumpang, harusnya patuh aturan seperti KIR dan izin angkutan,” ujarnya, Kamis (9/1/2025).
Sebagai Sekjen DPP PKB dan legislator Dapil Malang Raya, Cak Udin meminta Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, dan Satlantas untuk lebih proaktif memeriksa kelayakan kendaraan angkutan. Pemerintah perlu melakukan evaluasi total terhadap operasional perusahaan otobus agar tragedi seperti ini tidak terulang.
Selain itu, Cak Udin menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kegiatan studi tour pelajar. Ia meminta Dinas Pendidikan di seluruh Indonesia untuk membuat standar operasional prosedur (SOP) ketat bagi sekolah-sekolah yang hendak melakukan perjalanan dengan bus.
“Pihak travel atau perusahaan otobus harus bisa menunjukkan legalitas izin operasional, KIR, dan memastikan kendaraan dalam kondisi layak beroperasi. Keselamatan pelajar tidak boleh diabaikan,” ungkapnya.
Cak Udin juga menekankan pentingnya uji kendaraan bermotor (KIR) sebagai salah satu syarat utama kelayakan kendaraan niaga seperti bus dan truk. Menurutnya, KIR tidak hanya menjamin keselamatan penumpang, tetapi juga melindungi pengguna jalan lain dan memastikan kendaraan bebas dari kerusakan fatal.
“Setidaknya dari KIR, kita bisa mendeteksi dini kerusakan atau malfungsi kendaraan yang berpotensi membahayakan banyak nyawa,” jelasnya.
Sebagai putra daerah Kota Batu, Cak Udin mengaku sangat terpukul atas insiden tersebut. Ia berharap tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
“Kota Batu sebagai destinasi wisata nasional harus menjamin keselamatan semua wisatawan. Kejadian seperti ini jangan sampai terulang,” tutupnya. (dan/ian)
https://www.youtube.com/watch?v=nPL9tpWIxcU






