Surabaya (beritajatim.com)– Bagi mahasiswa yang merantau, memasak dalam jumlah besar untuk stok beberapa hari sering menjadi cara praktis untuk menghemat pengeluaran. Kebiasaan food prep ala anak kos ini memang membantu mengurangi biaya makan sekaligus menghemat waktu. Namun, di balik kemudahan menghangatkan lauk yang sama setiap hari, muncul pertanyaan penting: apakah kandungan gizi makanan masih tetap terjaga, atau justru sudah banyak berkurang?
Risiko di Balik Pemanasan Berulang
Meski dari segi rasa terlihat tidak banyak berubah, memanaskan makanan berkali-kali sebenarnya bisa memengaruhi kandungan nutrisinya. Salah satu zat yang paling terdampak adalah protein. Pemanasan berulang dapat merusak struktur protein, sehingga kualitasnya menurun dan tidak lagi berfungsi secara optimal bagi tubuh.
Selain itu, makanan yang mengandung santan atau minyak, berisiko mengalami perubahan jika dipanaskan berulang. Proses ini dapat memicu terbentuknya lemak trans dan radikal bebas yang kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Risiko lain yang tidak kalah penting adalah pertumbuhan bakteri. Hal ini bisa terjadi jika makanan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang sebelum dipanaskan kembali. Bakteri seperti Bacillus cereus sering ditemukan pada nasi atau lauk yang tidak disimpan dengan baik, dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Zat Gizi yang Paling Mudah Berkurang
Tidak semua nutrisi mampu bertahan terhadap panas. Vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan vitamin B kompleks, termasuk yang paling mudah rusak saat makanan dipanaskan berkali-kali. Jika pemanasan dilakukan lebih dari dua kali, kadar vitamin dalam makanan bisa berkurang cukup banyak.
Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli juga sebaiknya tidak dipanaskan berulang. Selain teksturnya menjadi lembek, kandungan nitrat pada beberapa sayuran berpotensi berubah menjadi senyawa yang kurang baik bagi tubuh jika terus dipanaskan. Antioksidan dan enzim alami di dalam sayuran juga dapat berkurang, sehingga manfaat kesehatannya tidak lagi maksimal.
Strategi Cerdas Mengelola Lauk Ala Anak Kos
Hidup hemat bukan berarti harus mengorbankan kesehatan. Kuncinya adalah menyimpan makanan dengan cara yang tepat. Daripada memanaskan satu panci besar setiap kali makan, sebaiknya bagi makanan ke dalam beberapa wadah kecil sesuai porsi sekali makan.
Setelah makanan matang dan sudah agak dingin, simpan dalam wadah tertutup rapat lalu masukkan ke dalam kulkas. Saat ingin makan, cukup ambil satu porsi untuk dipanaskan. Cara ini membantu menjaga kualitas makanan lain agar tidak terus terkena panas berulang. Saat memanaskan makanan, pastikan suhunya cukup panas agar bakteri dapat mati. Sebisa mungkin, batasi pemanasan hanya satu kali. Dengan cara ini, anda tetap bisa berhemat sekaligus menjaga kualitas gizi makanan sehari-hari. [Meychel Salsabyla]






