Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rijanto memastikan kondisi pengairan di wilayah Blitar bagian selatan tetap aman dan terkendali meskipun tengah dihantam musim kemarau panjang. Kepastian ini disampaikan usai dirinya meninjau langsung proyek pemasangan Irigasi Pompa (Irpom) di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Kamis (9/7/2026).
Langkah taktis ini diambil pemerintah daerah untuk memitigasi dampak ekstrem dari fenomena iklim global. Bupati Rijanto mengakui bahwa sektor pertanian tahun ini menghadapi tantangan yang sangat berat.
“Dampak terjadinya kemarau panjang tahun ini dirasakan langsung oleh para petani. Terlebih adanya kemarau El Nino Godzilla yang periodenya cukup panjang dan sangat terasa dampaknya,” ujar Rijanto di sela-sela peninjauan, Jumat (10/7/2026).
Untuk mengantisipasi gagal panen, Pemerintah Kabupaten Blitar bergerak cepat dengan melobi pemerintah pusat. Hasilnya, Kabupaten Blitar mendapatkan sokongan penuh berupa bantuan ratusan unit pompa air dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
“Alhamdulillah, yang awalnya kita hanya mendapatkan beberapa unit saja, akhirnya ada penambahan hingga seratus lebih titik,” ungkap Bupati.
Bupati memastikan seluruh pompa bantuan tersebut berfungsi dengan optimal untuk menyuplai air ke sawah-sawah warga yang mulai mengering. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi padi menuju target swasembada dan ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Setiyana, merinci bahwa bantuan Irpom ini disalurkan secara bertahap demi efektivitas di lapangan.
Tahap pertama, Pemkab Blitar menyalurkan 45 unit pompa di sejumlah lokasi kritis di Kabupaten Blitar.
Sementara untuk tahap kedua ada sekitar 55 unit pompa tambahan yang akan segera dipasang.
“Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah yang cukup mendapat perhatian dari pusat terkait pertanian. Untuk bantuan pengairan ini, kita ajukan langsung untuk penambahan dan alhamdulillah direspon dengan sangat baik,” tutur Setiyana.
Dalam agenda tersebut, peninjauan difokuskan pada tiga titik krusial di Kecamatan Kademangan, yaitu: Desa Dawuhan, Desa Plosorejo serta Desa Darungan.
Saat ini, sudah ada empat titik di kawasan tersebut yang merampungkan proses instalasi Irpom. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, mesin-mesin pompa bekerja dalam kondisi prima dan mampu mengalirkan debit air dengan sangat lancar.
Setiap satu unit Irpom ini diklaim memiliki kapasitas operasional yang tinggi dan mampu mengairi lahan pertanian seluas 8 hingga 15 hektare, membawa angin segar bagi para petani di tengah ancaman kekeringan. (owi/aje)






