Ngawi (beritajatim.com) – Desa Campurasri, Karangjati, Ngawi, Jawa Timur dilanda banjir pada Rabu (2/11/2022) pukul 01.00 WIB. Banjir imbas sungai yang meluap itu menggenangi rumah warga. Bahkan, termasuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tergenang. Aktivitas belajar mengajar phn diliburkan.
Adalah SDN Campurasri 2 dan SMPN 3 Karangjati Ngawi yang terpaksa meliburkan sekolah imbas ruang kelas dan sarpras sekolah tergenang banjir. Tak hanya itu air juga masuk ke rumah-rumah warga. Air setinggi 20 cm menggenangi rumah dan membuat lumpur masuk ke ruangan.
Banjir tersebut terjadi imbas hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga malam hari atau sekitar 6 jam non stop. Saluran air yang tak maksimal membuat kawasan desa jadi kebanjiran. Warga setempat pun panik lantaran air masuk rumah pada malam hari.
[berita-terkait number=”5″ tag=”banjir”]
“Saya bangun langsung panik, semua saya bangunkan dan langsung evakuasi barang. Apalagi kami pas tidur di lantai, selain masuk rumah warga juga menggenangi SD dan SMP serta balai desa. Anak-anak tadi diliburkan,” kata Payem, warga setempat.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Ngawi mengungkapkan banjir terpantau terjadi sejak Selasa malam dan air terus naik sampai Rabu dini hari. Saat ini air banjir sudah berangsur surut. Dai membenarkan pihak sekolah yang kebanjiran telah meliburkan siswa dan guru guna menghindari bahaya.
“Kondisi banjir per jam 12.00 WIB tadi sudah berangsur surut meski masih ada genangan. Selain menggenangi rumah warga, sekolah juga tergenang. Termasuk balai desa setempat juga kemasukan air. Jika sampai hari ini masih hujan lagi kemungkinan akan terjadi banjir,” kata Agung Prasetyo, Rabu (2/11/2022).
Hingga kini petugas BPBD Ngawi masih melakukan pemantauan di lokasi. Jika sampai kembali hujan intensitas tinggi dan turun dalam jangka waktu lama maka diprediksi pasti akan kembali terjadi luapan.
Diketahui dari rilis resmi BMKG Juanda, diperkirakan wilayab Jawa Timur bakal terjadi hujan mulai tanggal 31 Oktober 2022 hingga 6 Oktober 2022. Prediksi anomali OLR secara spasial pada tanggal 31 Oktober 06 November 2022 menunjukkan adanya gangguan gelombang atmosfer Kelvin di Wilayah Jawa Timur pada tanggal 03-04 November 2022. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Timur.
Prakiraan untuk sepekan ke depan menunjukkan kondisi MJO berada di kuadran 6 dan 7 (Western Pacific), yang berarti tidak berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Timur termasuk kawasan Kabupaten Ngawi. (fiq/kun)






