Sumenep (beritajatim.com) – Polres Sumenep mendatangkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk mengungkap kebakaran tumpukan kayu milik MWC NU Kecamatan Lenteng.
Kapolres Sumenep, AKBP Edo Satya Kentriko menjelaskan, kedatangan Tim Labfor Polda Jatim ke lokasi kebakaran untuk melakukan olah TKP.
“Ini bagian dari upaya kami untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kebakaran tumpukan kayu di Kantor MWC NU Lenteng,” katanya, Senin (8/5/2023).
Pada Jumat (5/5/2023) dini hari, tumpukan kayu di belakang Kantor MWC NU Lenteng, di Desa Jambu, Kecamatan Lenteng, ludes terbakar. Kejadian kebakaran itu pertama kali diketahui penjaga kantor MWC NU, Arul (21), warga Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng. Saat itu ia tengah piket jaga bersama Saili (24), dan Ilyas (20), semuanya warga Desa Lenteng Barat.
Baca Juga:
Kayu Batangan di MWC NU Lenteng Sumenep Terbakar
Saat kejadian, petugas piket tengah memasak mie rebus. Setelah selesai memasak mie, ia keluar dari gedung untuk membuang air sisa rebusan mie. Ketika membuka pintu belakang, ia kaget karena melihat asap dan api yang sudah membesar, tepat di belakang gedung MWC NU.
Api itu ternyata berasal dari tumpukan kayu bekas. Dalam musibah kebakaran itu, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp6 juta untuk 2 kubik kayu yang terbakar.
“Olah TKP yang dilakukan Tim Labfor Polda Jatim itu untuk mengungkap kasus kebakaran tersebut, apakah karena terbakar sendiri atau ada dugaan sengaja dibakar,” ujar Edo.
Kasus kebakaran di MWC NU Lenteng tersebut merupakan kali kedua terjadi dalam dua pekan terakhir. Kasus kebakaran pertama terjadi pada 23 April 2023. Tumpukan kayu di depan kantor MWC NU Lenteng terbakar. Sedangkan kebakaran pada 5 Mei 2023, tumpukan kayu di belakang kantor yang ludes terbakar.
Baca Juga:
Viral Video Emak-emak Sumenep ‘Ken Dedes Jaman Now’ Konvoi Berujung Tilang
“Untuk pengungkapan kasus kebakaran itu, selain mendatangkan Tim Labfor Polda Jatim, kami juga berkoordinasi dengan Reskrim Polda Jatim untuk kepentingan penyelidikan kasus ini,” terangnya.
Ia berharap kasus ini segera terungkap. Karena itu, ia memilih menggunakan pendekatan Scientific Crime Investigation atau sebuah metode penyelidikan kasus yang memadukan teknik prosedur dan teori ilmiah.
“Kalau memang benar ada dugaan pembakaran, maka bisa segera terungkap pelakunya,” pungkas Edo. [tem/beq]






