Mojokerto (beritajatim.com) – Kebakaran lahan ilalang dan semak belukar di Gunung Bekel RPH Ngoro BKPH Penanggungan KPH Pasuruan pada, Jumat (11/8/2023) diduga diduga akibat kelalaian manusia yakni oknum pemburu lebah madu. Akibatnya lahan ilalang dan semak belukar seluas -+ 15,00 hektar di Petak 1 masuk Dusun Biting, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto tersebut terbakar.
Pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Seloliman Jolotundo, Suwarno mengatakan, hasil investigasi SAR dan potensi relawan terkait penyebab kebakaran di Petak 1 Gunung Bekel diduga akibat kelalaian manusia. “Diduga ada oknum pemburu lebah madu yang saat mencari madu menggunakan asap untuk mengusir lebah,” ungkapnya, Minggu (13/8/2023).
Masih kata Suwarno, kemungkinan pemburu lebah madu saat menyalakan api untuk membuat asap diduga menjadi memicu kebakaran di Petak seluas 1.680,6 hektar tersebut. Menurut Suwarno, titik api berasal dari pohon yang diduga sengaja dibakar untuk mencari madu. Diduga saat ditinggal oknum pencari madu, api belum padam.
“Mungkin saat itu ditinggal belum mati atau masih menyala dan tidak bisa mematikan, karena kondisi cuaca panas dan angin. Sehingga kemungkinan merembet dan api membesar membakar padang rumput ilalang di sisi barat puncak Gunung Penanggungan tersebut. Pohonnya sudah mati yang dibakar itu karena lebah di dalam rongga pohon,” katanya.
Dari titik api muncul yang kemungkinan besar tersebut, lanjut Suwarno diduga menjadi penyebab kebakaran. Namun hal tersebut masih menjadi dugaan sementara lantaran tidak ada saksi mata sebelum terjadinya kebakaran. Suwarno menegaskan kebakaran hutan terjadi di sisi barat Gunung Bekel bukan Gunung Penanggungan atau Puncak Pawitra.
BACA JUGA:
Banjir Ngoro Diduga karena Dampak Kebakaran Gunung Bekel
“Dugaan sementara karena tidak ada yang mengaku. Tapi penyebabnya yang pasti karena ulah manusia. Yang terbakar Gunung Bekel bukan Puncak Pawitra, jarak lokasi kebakaran dari ke Puncak Pawitra Gunung Penanggungan masih kurang lebih dua jam perjalanan. Masih jauh banget kalau dari titik kebakaran ke Puncak Pawitra itu,” jelasnya.
Menurutnya, jalur ke puncak Gunung Bekel ada juga yang terbakar. Namun di Puncak Pawitra tidak ada kebakaran dan kondisinya masih normal tidak ada kebakaran dan tidak ada titik api. Pasca kebakaran pada Jumat lalu, pihak pengelola sempat menutup sementara pendakian Gunung Bekel via Seloliman pasca kebakaran.
BACA JUGA:
15 Hektar Ilalang Terbakar, Gunung Bekel Mojokerto Ditutup Sementara
“Kalau kemarin kita tutup dua hari pendakian ke Gunung Bekel via Seloliman pasca kebakaran itu, tapi tadi pagi sudah kembali dibuka. Kalau pendakian Gunung Penanggungan via Seloliman sejak kemarin tetap kita buka tidak ada penutupan jalur pendakian,” pungkasnya.
Sebelumnya, lahan ilalang dan semak belukar di Gunung Bekel RPH Ngoro BKPH Penanggungan KPH Pasuruan, Jumat (11/8/2023) terbakar. Kebakaran yang terjadi di Petak 1 masuk Dusun Biting, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto tersebut seluas -+ 15,00 hektar. [tin/but]
![Kebakaran Gunung Bekel Mojokerto Diduga Ulah Oknum Pemburu Lebah Madu Petugas gabungan Perhutani, LMDH dan potensi relawan saat berupaya memadamkan api yang membakar padang rumput di Gunung Bekel di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/08/IMG-20230813-WA0008.jpg)





