Ngawi (beritajatim.com) – Kebakaran hutan Gunung Lawu kini meluas kawasan hutan lindung, yakni menyambar hutan produksi di Petak 22 RPH Banjaran BKPH Lawu Utara KPH Lawu Ds, Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sejak Jumat (6/10/2023) pagi. Hingga kini, aktivitas wisata masih terbuka untuk umum.
Sekitar pukul 08.00 WIB, helikopter melakukan water bombing di kawasan petak hutan tersebut. Namun, upaya itu belum berhasil. Angin kencang dan ilalang membuat api makin membesar dan menjalar makin cepat.
Hingga pukul 15.00 WIB, petugas gabungan dibantu warga masih berupaya untuk melakukan pemadaman. Sebagian membuat ilaran agar api tidak mengarah ke kebun teh.
“Karena angin sangat kencang, api terus meluas mendekat teh jamus. Helikopter juga sudah bolak balik tapi api semakin membesar hanya relawan banyak yang mampu menghalau api ini,” kata Wahyu Rudiyanto, salah seorang petugas keamanan Wisata Kebun Teh Jamus.
Meski api sudah mulai, mendekati kawasan kebun teh, pihak pengelola wisata masih membuka aktivitas wisata. “Kalau anginnya kencang, cepat banget mengarah ke kebun teh ini. Banyak orang yang disiagakan di lokasi sejak semalam, hingga kini jamus masih buka,” kata Bambang Sutrisno, Kepala Keamanan Lokasi Wisata Teh Jamus.
Sementara, laju api di lereng gunung, tepat diatas Kebun Teh Jamus dan terus bergerak membakar kawasan hutan pinus yang dekat dengan kebun teh.

Sebelumnya diberitakan, kepulan asap tebal warna coklat membumbung tinggi di kawasan wisata Kebun Teh Jamus di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, jumat (6/10/2023) pukul 09.30 WIB.
Terlihat dari kebun teh kawasan wisata itu, ada asap di hutan sebelah timur kebun teh. Masih belum jelas apakah hutan produksi ataukah rimba campur, namun lokasi itu terlihat dekat dengan kebun teh.
Sejumlah warga dan petugas gabungan sudah menuju ke lokasi untuk berupaya menghalau api sejak pukul 09.00 WIB. Namun, 48 menit kemudian, asap yang tadinya bwrwana putih jadu cokelat. Terdengar suara kayu yang meledak karena terbakar.
BACA JUGA:
Angin Kencang Api Membesar, Petugas di Ngawi Terpaksa Turun Padamkan Karhutla Gunung Lawu
Terpantau, di kawasan kebun ada beberapa wisatawan yang datang. Namun, mereka segera menjauh karena melihat kepulan asap cokelat yang membumbung tinggi ditambah adanya suara ledakan kayu.
“Saya sama anak-anak. Lagi foto-foto, terus ada asap gitu, makin lama kok makin besar. Saya langsung ajak anak turun,” kata Indrawati, salah seorang wisatawan.
Dikhawatirkan, api makin menjalar dengan mudah karena cuaca di kawasan kebun teh Jamus berangin cukup kencang. [fiq/suf]






