Surabaya (beritajatim.com) – Siapa tak tahu sayuran hijau bernama Kangkung? Sayuran yang mudah proses dibudidayakan ini juga mudah pula dijumpai di pasar-pasar tradisional ataupun pasar modern.
Tanaman yang tumbuh diperairan ini memiliki banyak kandungan gizi, seperti serat, kalsium, zat besi, natrium, kalium, karbohidrat, protein, dan vitamin C. Biasanya masyarakat Indonesia mengolahnya menjadi berbagai jenis makanan, seperti cah dan plecing.
Mengonsumsi sayuran ini pun memiliki beragam bermanfaat, mulai dari menjaga kesehatan mata, mencegah dehidrasi, mengatasi anemia, meningkatkan system kekebalan tubuh, mencegah kadar gula darah naik, hingga melindungi organ hati. Namun, tahukah kamu bahwa di Amerika, tanaman kaya manfaat ini justru menjadi salah satu tanaman terlarang.
Di Amerika Serikat tanaman ini dianggap sebagai hama atau gulma bagi para petani. Tumbuhnya kangkung yang cukup mudah dan tidak diharapkan tersebut berpotensi untuk menurunkan hasil produksi para petani.
Alasan lain mengapa kangkung dilarang di Negeri Paman Sam tersebut karena kandungan dalam benih, daun, dan bunganya mengandung senyawa alkaloid ergoline. Bahkan , benih kangkung yang dianggap mempunyai efek yang paling kuat, jika diambil dengan jumlah yang cukup banyak. Hal itu setara dengan Lysergic Acid Diethylamide (LSD) atau sejenis psikotropika yang dilarang peredarannya di Indonesia.
Efek yang dianggap berbahaya ialah halusinasi intens, menyebabkan tekanan darah menjadi naik, mati rasa, tremor, panik, cemas, dan jantung berdebar-debar, layaknya orang yang sudah mengonsumsi narkotika.
Kemungkinan timbulnya efek-efek tersebutlah, yang kemudian membuat Amerika Serikat menyatakan bahwa tanaman berjenis water spinach atau bayam air ini masuk dalam katagori tumbuhan yang berbahaya. Tak ayal jika kegiatan mengimpor atau bahkan melakukan penyebaran tanaman termasuk benihnya, dinggap sesuatu yang illegal. Mungkin boleh saja menanam sayuran kangkung ini, namun untuk keperluan atau dikonsumsi yang bersifat pribadi. Namun itu pun tentu dengan seizin badan yang berwenang.
Sebenarnya sebagian masyarakat di Indonesia justru mempecayai bahwa mengonsumsi kangkung terlalu banyak justru dapat menimbulkan rasa lemas dan mengantuk. (fyi/tur)






