Ngawi (beritajatim.com) – Rencana pembangunan Kawasan Industri Ngawi di Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Widodaren kini telah mencapai titik terang.
Pada Selasa (28/10/2024), rombongan dari Pemerintah Kabupaten Ngawi dan PT Sier melakukan pertemuan dengan Bappenas, yang menghasilkan persetujuan untuk memasukkan proyek ini ke dalam rencana prioritas Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Papua, Wisma Bakri Bappenas, ini menetapkan bahwa Kawasan Industri Ngawi akan menjadi bagian dari proyek strategis nasional.
“Akhirnya, Kawasan Industri Ngawi resmi masuk dalam RPJMN,” ujar Penjabat Sementara Bupati Ngawi, Tiat Surtiati Suwardi, Rabu (06/11/2024)
Menurut Tiat, proyek ini awalnya diusulkan melalui Perpres 80 Tahun 2019 dan terus menunjukkan kemajuan signifikan. Dengan masuknya Kawasan Industri Ngawi dalam RPJMN 2025-2029, proyek ini resmi berstatus strategis nasional yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Pemkab Ngawi dan PT Sier menyampaikan kepada Bappenas bahwa Kawasan Industri Ngawi ini akan berkontribusi dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen.
“Kami menegaskan bahwa Kawasan Industri Ngawi akan berperan penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Pentingnya proyek ini masuk dalam RPJMN juga mempermudah proses perizinan, termasuk pengurusan izin perubahan kawasan hutan produksi menjadi kawasan industri di Kementerian Kehutanan.
Saat ini, pengurusan izin tersebut tengah berjalan. PT Sier yang ditunjuk sebagai pengelola kawasan mengupayakan perubahan status lahan seluas sekitar 1.192 hektar. “Kami masih menunggu proses di Kementerian Kehutanan,” ujar Tiat.
Menurutnya, PT Sier yang berpengalaman dalam pengelolaan kawasan industri di Jawa Timur, mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk berinvestasi di Kawasan Industri Ngawi.
Investor tersebut berasal dari sektor padat karya yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Lokasi strategis Ngawi, yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, menjadi daya tarik tersendiri bagi calon investor.
“Selain kemudahan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP), ketersediaan lahan serta upah buruh yang kompetitif menjadi nilai tambah bagi kawasan ini,” pungkasnya. (ted)






