Surabaya (beritajatim.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Jawa Timur (BEM PTNU Jatim) melalui Divisi Isu Keperempuanan melakukan audiensi kepada dinas Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim. Audiensi dalam rangka menyambut International Women’s Day (IWD).
Windi Wulandari, Koordinator Isu Keperempuanan BEM PTNU Jatim memandang tingginya angka kekerasan seksual sejak 2010 hingga 2020 perlu diperhatikan semua pihak.
“Simfoni PPA Mencatat korban kasus kekerasan seksual di sepanjang 2021 yakni sejumlah 5.376 pada laki-laki dan perempuan sebesar 21.735. Di tahun 2021 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan didominasi oleh pemerkosaan dengan sejumlah 597 kasus atau 25% dari total seluruh kasus kemudian disusul kasus incest (inses) dengan jumlah 433 kasus dan kekerasan seksual mencapai 375 kasus,” kata Windi pada beritajatim.com, Jumat (3/3/2023).
Nahasnya dari jumlah di atas, provinsi dengan jumlah desa/kelurahan terbanyak yang memiliki kasus perkosaan adalah Jawa Timur. Audiensi tersebut sudah berlangsung pada hari Rabu (1/3/2023) lalu.
Menurut Windi terdapat hampir 43,89% jumlah perempuan di usia kerja yang rentan terhadap kemiskinan karena tidak tergolong sebagai angkatan kerja khususnya di provinsi Jawa Timur. Dia mengusulkan agar ada pendidikan dan partisipasi perempuan dalam kebijakan maupun politik.
“Kami juga mendiskusikan perihal kondisi umum statistik pemberdayaan perempuan di bidang pendidikan dan partisipasi perempuan dalam pembuatan kebijakan serta politik. Itu sangat berpengaruh pada kondisi perempuan dalam berbagai aspek untuk menghilangkan marginalisasi perempuan,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”mahasiswa”]
Sementara itu, pihak DP3AK Jatim yang diwakili kepala bidang perempuan dan kualitas keluarga DP3AK Jatim, Ida Tri Wulandari beserta jajarannya menyambut baik kehadiran mahasiswa. Ida menjelaskan berbagai macam rancangan program serta langkah yang dilakukan dalam menanggulangi persoalan perempuan sekaligus memberikan perspektif-perspektif baru.
Pada akhir sesi audiensi BEM PTNU Jatim melalui divisi perempuan memberi catatan penting sekaligus memberi rekomendasi khususnya bagi mahasiswa dalam berperan mengawal isu keperempuanan. [dan/but]






