Malang (beritajatim.com) – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi mulai masuk ke Kota Malang. Dua ekor sapi dilaporkan terjangkit. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang sebagai otoritas terkait telah mengajukan 1.000 dosis vaksin ke Pemprov Jatim sebagai langkah antisipasi penyebaran.
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengatakan untuk dua ekor sapi itu berada di Tasikmadu, Lowokwaru. Kondisinya saat ini sudah membaik dan dinyatakan kembali sehat. 2 ekor sapi itu telah diberi vitamin, antibiotik, dan kandangnya disemprot desinfektan.
“Ada dua kasus di Kota Malang per Januari. Alhamdulillah sudah ditangani dan sudah dinyatakan sembuh, kasus di Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru,” kata Slamet Husnan, Rabu (28/1/2026).
Dua sapi itu saat terjangkit mengalami sakit pada bagian mulut dengan air liur yang berlebihan. Serta ditemukan luka pada bagian kuku sapi.
Husnan menuturkan, bahwa Dispangtan Kota Malang sedang mengajukan permintaan 1.000 dosis. Sedangkan jumlah populasi sapi di Kota Malang sebanyak 2.500 sapi. Untuk itu mereka akan kembali mengajukan permintaan dosis.
“Jumlah populasi sapi sekitar 2.500, jadi memang masih kurang. Nanti bertahap, jadi setelah 1.000 diaplikasikan dulu. Terus kami bersurat kembali ke dinas provinsi untuk mengusulkan lagi, karena di bagi se-Jawa Timur,” ujar Husnan.
Husnan menuturkan, bahwa mereka belum melakukan langkah taktis hingga melakukan penyekatan. Mereka hanya memberlakukan surat sehat bagi ternak sapi yang berasal dari luar Malang.
“Belum sampai penyekatan, hanya memberlakukan surat sehat ternak dari luar daerah. Itu pasti kami lakukan,” kata Husnan. [luc/suf]






