Pasuruan (beritajatim.com) – Kasus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kabupaten Pasuruan naik dari hari ke hari. Ini membuat para peternak dan pedagang khawatir.
Data Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan per 10 Juni 2023, kasus LSD mencapai 193 ekor. Para peternak mengkhawatirkan hewan mereka terserang penyakit kulit sehingga tidak bisa dijual untuk kurban saat Hari Raya Idul Adha 1444 H.
“Saat ini peternak resah, karena semakin banyak sapi yang terserang penyakit LSD. Untuk pemberian vaksin juga terhitung lambat dibanding penyebaran virusnya,” kata Ketua Paguyuban Peternak dan Pedagang Daging Sapi Pasuruan Raya, Muhammad Habibi, Kamis (15/6/2023).
Habibi juga mengatakan, saat ini peternak sapi yang mengurangi regenerasi sapinya. Sehingga dampaknya sapi yang dijual di pasaran semakin berkurang.
Baca Juga:
Atasi Kekeringan di Kabupaten Pasuruan, Wabup: Perbaikan Saluran Air Masih Dilakukan
Berkurangnya sapi yang dijual di pasaran ini turun drastis hingga 40 persen. Jika hal ini terus berlangsung akan mempengaruhi jual beli pasar hewan.
“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan membantu sosialisasi vaksinasi. Karena tak sedikit peternak yang enggan melakukan vaksinasi terhadap ternaknya,” lanjut Habibi.
Selain itu keterbatasan petugas dilapangan juga menjadi salah satu kendala penyebaran vaksinasi. Saat ini petugas vaksinasi disetiap Kecamatan hanya ada satu orang. [ada/beq]






