Sampang (beritajatim.com) — Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kabupaten Sampang mencatat lonjakan signifikan kasus kusta pada pertengahan tahun 2025.
Hingga Juli ini, sebanyak 112 warga telah terkonfirmasi menderita kusta aktif, yang tersebar di berbagai kecamatan.
Moh Ali, Penanggung Jawab Program Kusta Dinkes Sampang, mengungkapkan bahwa penyebaran penyakit tersebut tidak terpusat pada satu lokasi saja. “Kasus kusta ini tidak terpusat di satu wilayah, tapi menyebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sampang,” jelasnya pada Senin (28/7/2025).
Selama tiga tahun terakhir, pihak Dinkes telah menetapkan 11 wilayah sebagai zona rawan penyebaran kusta, di antaranya Tamberu Barat, Robatal, Tanjung, Camplong, dan Batu Lengger. “Kita akan memperkuat pengobatan dan pencegahan di wilayah yang masuk zona rawan,” tambah Ali.
Meskipun terjadi peningkatan jumlah kasus, Ali menegaskan bahwa hal ini tidak mencerminkan ketertinggalan suatu daerah. Ia lebih menekankan pentingnya edukasi kesehatan, kesadaran masyarakat, dan deteksi dini dalam pengendalian penyakit kusta.
“Kusta bisa disembuhkan jika ditangani sejak dini, jadi keterlibatan tokoh masyarakat dan pemerintah sangat penting agar kasus ini bisa ditekan,” tandasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Dinkes Sampang juga akan menggencarkan sosialisasi dan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di wilayah-wilayah rentan, guna menurunkan angka kasus serta mencegah stigma terhadap para penderita. (ted)






