Ponorogo (beritajatim.com) – Ambrolnya pembangunan jembatan di Desa Grogol Kecamatan Sawoo Ponorogo beberapa waktu yang lalu membuat keprihatinan dari banyak pihak. Sebab, selain rusak secara material bangunan, ambrolnya pondasi jembatan itu juga memakan korban meninggal 2 pekerja.
Ke depan, proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah itu harus dilakukan pengawasan yang ketat. Sehingga tragedi yang memakan korban itu tidak terjadi lagi.
“Jadi ke depan, agar kegiatan pembangunan bisa berjalan secara maksimal, harus matang diperencanaan. Kemudiam pelaksanaan dan pengawasan juga harus tepat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo Agus Pramono, Kamis (23/12/2021).
Sedangkan kasus jembatan desa Grogol yang ambrol itu, Sekda menyebut jika konsultan pengawas proyek sudah melakukan peringatan. Peringatan kepada pelaksana pekerjaan itu dilakukan karena terjadi kesalahan dalam pengerjaan jembatan tersebut. Namun, surat peringatan yang sudah diketik belum kunjung diberikan, ternyata bangunan pondasi jembatan itu sudah ambrol duluan.
“Jadi jembatan di Desa Grogol ini, oleh pengawas sudah mengetik surat peringatan. Namun, sebelum surat tersebut ditangan rekanan, jembatan sudah ambrol duluan,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”jembatan-ambrol”]
Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Hendry Indra Wardhana, Agus menyebut jika ada kesalahan dalam pengerjaan pondasi jembatan tersebut.
Salah satunya tentang urug yang digunakan oleh rekanan selama ini. Jika sesuai dengan dokumen kontrak, urug yang harus digunakan adalah pasir. Namun, fakta di lapangan justru yang digunakan untuk mengurug adalah tanah. “Untuk urug, yang harusnya menggunakan pasir. Ini yang di Desa Grogol malah diurug dengan tanah,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan dusun Mengging dan dusun Mijil di Desa Grogol Kecamatan Sawoo Ponorogo memakan korban. Pondasi jembatan yang belum kering itu tiba-tiba pada Kamis (16/12) pagi ambrol.
Alhasil ada dua pekerja yang tertimbun oleh reruntuhan pondasi yang ambrol. Dua korban yang meninggal tertimbun adalah Edy Karen Suwardi (50), warga Kelurahan Paju Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Sementara korban satunya Sumali (35) warga Desa Bajang Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo.(end/kun)






