Lamongan (beritajatim.com) – Dengan diberlakukannya PPKM level 4 di Lamongan secara massif, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lamongan mengalami penurunan. Tak hanya itu, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di Lamongan pun juga mengalami penurunan yang signifikan, yakni 26 persen.
Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Lamongan, Muhammad Nalikan. Berdasarkan data yang ada di Satgas Covid-19 Lamongan, Nalikan menuturkan, bahwa PPKM membawa dampak yang positif, yakni kasus terkonfirmasi dan kasus aktif Covid-19 di Lamongan mengalami penurunan.
“Alhamdulillah, berkat diterapkannya PPKM di Lamongan, hal itu membuat kasus konfirmasi dan kasus aktif Covid-19 terus turun. BOR di Lamongan saat ini 26 persen,” ujar Muhammad Nalikan kepada saat dihubungi, Selasa (10/8/2021).
Lebih jauh, Nalikan juga menjelaskan, meski kasus Covid-19 di Lamongan pernah meninggi pada 23 Juli lalu, tetapi kini telah mengalami penurunan secara bertahap. Diketahui, kasus terkonfirmasi Covid-19 saat itu sempat mencapai angka 1.071 kasus, sementara per harinya bisa di atas 100 kasus.
“Seiring berjalannya waktu dan diberlakukannya PPKM, saat ini kasus terkonfirmasi Covid-19 terus mengalami penurunan, yaitu menyisakan 475 kasus dari yang semula pada 23 Juli lalu mencapai 1.071 kasus. Semoga semakin hari kasusnya turun terus dan pandemi Covid-19 ini cepat selesai,” terang Nalikan.
Berdasarkan peta zonasi Covid-19 terakhir dari Dinas Kesehatan Lamongan yang diperbarui setiap pekannya, Nalikan menambahkan, bahwa dari 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan, saat ini hanya menyisakan 1 kecamatan saja yang masih berzona merah, yakni Kecamatan Lamongan.
“Dari 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan, ada 1 Kecamatan berzona merah, 14 kecamatan dengan status zona kuning dan 12 kecamatan lainnya berstatus zona orange. Tentu peta zonasi tersebut kami lakukan perbaruan di setiap pekannya,” tandasnya.
Perlu diketahui, diterapkannya PPKM secara efektif hingga membuahkan hasil yang manis terhadap penurunan angka penularan Covid-19 tersebut, di sisi lain ternyata juga telah berdampak terhadap menurunnya pendapatan masyarakat. Untuk itu, lanjut Nalikan, Pemkab Lamongan bersama 3 pilar terus menggelontorkan bantuan sosial kepada warga terdampak pandemi Covid-19.
[berita-terkait number=”4″ tag=”update-covid-lamongan”]
Menurut Nalikan, hal itu sengaja dilakukan demi memberikan semangat dan optimisme kepada masyarakat, dan bersama-sama berjuang agar perekonomian di Lamongan ini bisa bangkit kembali. Selain itu, demi mendukung itu semua, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (YES) juga telah membuat Gerakan Ayo Nguliner, yang menyasar jajajan dan makanan kuliner yang diproduksi oleh masyarakat Lamongan.
“Untuk memulihkan kembali ekonomi Lamongan, serta membantu meningkatkan pendapatan pedagang kecil di Lamongan, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak masyarakat Lamongan untuk melaksanakan Gerakan Ayo Nguliner dengan harapan nantinya pedagang-pedagang kecil yang sempat lesu dan sepi pembeli karena pelaksanaan PPKM ini dapat kembali tumbuh,” jelas Nalikan.
Terakhir, meski kasus Covid-19 telah menurun, Nalikan meminta kepada seluruh komponen masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan menaati anjuran dari pemerintah. “Mari kita taati peraturan pemerintah dengan tetap menerapkan prokes yang ada. Wajib memakai masker jika keluar rumah, hindari kerumunan, dan selalu waspada,” pungkasnya.[riq/ted]






