Jombang (beritajatim.com) – Program Safari Jurnalistik PWI Jombang Goes to School mengadakan kegiatan yang dihadiri langsung oleh AKP Dimas Robin Alexander, Kasatreskrim Polres Jombang, untuk memberikan sosialisasi tentang pencegahan kenakalan remaja.
Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium SMA Negeri 3 Jombang dan diikuti oleh puluhan pelajar, Kamis, 16 April 2026.
Dalam paparannya, AKP Dimas Robin mengingatkan pentingnya bagi generasi Z, yang lahir antara tahun 1995 hingga 2012, untuk memahami batasan hukum agar tidak terjerumus dalam lingkaran kriminal.
Menurut data yang dihimpun Satreskrim Polres Jombang, selama periode 2024 hingga 2025, tercatat sebanyak 184 kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang telah ditangani.
“Kenakalan remaja sering kali dipicu oleh kontrol diri yang lemah, krisis identitas, hingga pengaruh lingkungan dan teman sebaya yang kurang baik,” ujar AKP Dimas Robin di hadapan para siswa.
Ia juga menyoroti berbagai tindak pidana yang kerap melibatkan remaja, seperti judi online, tawuran, penggunaan senjata tajam, hingga kekerasan seksual. Ia menegaskan bahwa setiap tindakan yang dilakukan remaja memiliki konsekuensi hukum yang serius.
“Pelaku judi online bisa dijerat pidana penjara maksimal 10 tahun, sementara keterlibatan dalam tawuran yang mengakibatkan korban jiwa dapat diancam pidana hingga 12 tahun penjara,” tambahnya.
Selain sanksi pidana, AKP Dimas Robin juga mengingatkan bahwa setiap catatan kriminal akan terintegrasi dalam database kepolisian, yang dapat memengaruhi pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di masa depan.
AKP Dimas Robin juga mengimbau para pelajar untuk lebih bijak dalam menggunakan gadget dan media sosial. “Tanamkan kesadaran diri untuk fokus belajar. Gunakan gadget dengan bijak dan jangan mudah terprovokasi oleh berita yang beredar di media sosial,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi wawancara dengan AKP Dimas Robin menggunakan teknik doorstop (wawancara cegat), yang memberikan pengalaman langsung kepada pelajar tentang cara melakukan wawancara dengan narasumber.
Pada hari kedua Safari Jurnalistik di SMA Negeri 3 Jombang, peserta mendapatkan materi tambahan, seperti jurnalisme visual tentang teknik videografi dengan ponsel dan komposisi fotografi dari Saiful Mualimin, jurnalis JTV.
Selain itu, ada juga materi tentang manajemen media sosial dan personal branding yang disampaikan oleh Rony Suhartomo, jurnalis Garuda TV sekaligus pemilik akun Instagram Warga Jombang. Materi penutup diberikan oleh Rohmadi, jurnalis TV One, yang mengajarkan simulasi redaksi dan praktik lapangan kepada para peserta.
Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, berharap bahwa kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi para peserta dan menginspirasi mereka untuk menciptakan konten yang positif, edukatif, serta bertanggung jawab. “Kegiatan ini adalah upaya kami agar generasi muda bisa menciptakan konten yang positif, edukatif, serta bertanggung jawab,” ungkap Mufid.
Program Safari Jurnalistik PWI Jombang tidak hanya berhenti di SMA Negeri 3 Jombang. Beberapa lembaga sekolah lainnya juga akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jurnalistik para pelajar. [suf]






