Malang (beritajatim.com) – Aksi kemanusiaan ditunjukkan Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando Matondang ketika membawa balita penderita Hidrosefalus, mendapatkan penganan medis di RSUD Kanjuruhan, Jumat (11/5/2025).
Tanpa banyak bicara, Firmando rela menggunakan mobil dinasnya untuk membawa balita bernama Abil Dafa (5), segera memperoleh penanganan medis. Ia pun meminta sopir pribadinya segera membawa Abil Dafa dan orang tuanya, ke RUSD Kanjuruhan milik Pemkab Malang segera.
“Keburu turun hujan, nanti jalanan tidak bisa dilewati. Tolong segara antarkan pasien beserta ibu bapaknya ke RSUD Kepanjen, nanti saya bisa cari tumpangan untuk balik ke kantor,” perintah Firmando kepada sopirnya, Jumat (11/5/2025).
Abil Dafa adalah putra dari pasangan Ali Djaini (28) dan istrinya Siskawati (27). Keluarga ini tinggal di kawasan Magersari atau Magersaren, sebuah kampung yang ada di Dusun Arjosari, Desa Sumberputih, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.
Ali Djaini sehari hari bekerja sebagai buruh tani. Pasutri ini menikah pada tahun 2017 lalu dan dikaruniai 2 orang anak. Anak pertamanya perempuan lahir di tahun 2018, dan anak keduanya Abil, lahir di tahun 2020 dengan kondisinya hidrochefalus.
Kepala Desa Sumber putih, Bambang mengaku, bahwa Abil ini mengidap penyakit sejak tiga tahun lalu. “Sebenarnya kami sudah berusaha memfasilitasi, akan tetapi orang tuanya masih takut, dan mungkin masih berpikir terkait biaya transportasinya mengingat tempat kami yang jauh dan tidak cukup hanya sekali dua kali pergi ke RS. Urusan transportasi ini saja kan memang tidak murah,” ucap Bambang.
Kampung tempat tinggal Abil saat ini cukup terpencil. Hanya berisikan sekitar 40 kepala keluarga saja. Itupun tanah yang mereka pakai untuk mendirikan rumah, masih berupa rumah kayu dan numpang milik Perhutani Malang.
Masyarakat disekitar tempat tinggal Abil, sebagian besar hidup dari buruh tani dan penggarap hutan. Akses menuju kampung Magersaren juga tidak mudah. Hanya truk pengangkut pasir saja yang tiap hari terlihat lalu lalang. Dusun ini merupakan permukiman paling atas di wilayah Wajak, karena setelahnya adalah kawasan hutan Semeru dan tidak ada jalan lagi kecuali hutan belantara.
Melihat latar belakang kampung tersebut, Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando menginisiasi melakukan kegiatan apel dan bhakti sosial di dusun tersebut bersama dengan PPNI (Paguyuban Perawat Nasional Indonesia).
Salah satu pengurus PPNI, Radik menjelaskan, bakti sosial ini permintaan Satpol bersama organisasinya dengan melakukan pengobatan gratis untuk ikut serta mendukung Program Indonesia Bersih khususnya bagi masyarakat Kabupaten Malang.
Radik yang juga seorang perawat di Puskesmas Wajak ini mengaku, bahwa pada hari ini, Jumat (11/04/24) telah memeriksa kesehatan kepada 70 warga dusun, 10 diantaranya adalah anak-anak.
Pada kegiatan ini pula akhirnya didapati seorang anak usia 5 tahun penderita Hidrocephalus bernama Abil Dafa. Melihat kondisi itu, Firmando yang turun langsung dalam bakti sosial mencoba menghubungi Direktur RSUD Kanjuruhan atas kondisi kesehatan Abil. Pihak RSUD pun bersedia untuk mengobati Abil dan menanggung semua pembiayaannya.
“Mengingat rumahnya yang cukup jauh dari RS, biaya transportasi untuk orang tuanya atau keluarganya selama masih berada di RS atau masih dalam perawatan, biar kami yang menanggungnya,” ucap Firmando.
Proses membawa Abil ke rumah sakit hari ini juga tidak mudah. Karena ambulance milik desa, saat itu sedang dipakai mengantar warga, dan ambulan puskesmas pun juga sedang mengantar pasien. Firmando tanpa pikir panjang merelakan mobil dinasnya Inova Reborn untuk segera membawa Abil beserta orang tuanya ke RSUD Kanjuruhan.
Menanggapi hal itu, Ahmad Khoesairi selaku Koordinator Badan Pekerja ProDesa, mengaku jika apa yang dilakukan oleh Firmando merupakan hal yang positif.
“Kebetulan saya juga berada di lokasi acara atas undangan teman-teman PPNI yang memang sudah sering mengundang dan mengajak kami di acara sosial seperti ini. Sehingga saya melihat sendiri ada balita penderita hedrochepalus. Salut untuk Kasatpol PP, sudah sat-set tanpa pikir panjang. Kasatpol PP bahkan merelakan mobil dinasnya untuk mengantar pasien. Ini bisa jadi contoh untuk pejabat lainnya, dengan begitu maka negara makin terlihat hadir untuk rakyatnya,” pungkas Khusaeri. (yog/kun)






