Gresik (beritajatim.com)- Karyawan milenial Petrokimia Gresik (PG) punya cara tersendiri menyerap aspirasi petani bawang putih melalui ‘Maxpro Kolaborasi dan El Squad’ di sentra pertanian bawang putih Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Mereka turun ke bawah (turba) berbaur dengan petani bawang putih. Keberadaan karyawan milenial ini juga menggali aspirasi serta mengkampanyekan cara pemupukan berimbang untuk pertanian berkelanjutan.
Vice President (VP) Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik, Rama Yusron Harbiansyah menuturkan, kehadiran karyawan milenial dalam Employee Influencer (EI) Squad di Tawangmangu bertujuan memahami kebutuhan petani bawang putih.
Selain itu, juga mencari solusi terhadap masalah-masalah yang mempengaruhi produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Temuan di lapangan ini bisa menjadi pertimbangan bisnis yang berharga bagi perusahaan, sehingga solusi yang kami tawarkan benar-benar memberikan dampak positif, baik bagi produktivitas maupun kesejahteraan petani,” tuturnya, Selasa (3/9/2024).
Ia menambahkan, dengan melibatkan karyawan milenial ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai solusi agroindustri.
“Kami tidak hanya memberikan teori di lapangan. Tapi juga menghadirkan Mobil Uji Tanah (MUT) untuk mengetahui kondisi tanahnya dan mendapatkan rekomendasi pemupukan yang berimbang,” imbuhnya.
Sebelumnya, lanjut Rama, program El Squad sudah berkolaborasi dengan program Maxpro yang telah dijalankan di 52 lokasi di seluruh Indonesia. Maxpro singkatan dari ‘Makmur Express Promotion’ bertujuan memperkenalkan produk berkualitas terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Sementara El Squad merupakan pengembangan dari karyawan terpilih menjadi influencer yang aktif menyebarkan informasi positif tentang perusahaan. Tugas utama EI Squad meliputi penyebaran informasi penting perusahaan kepada internal unit kerja serta menjadi representasi perusahaan dalam menyebarkan citra positif kepada audiens yang lebih luas.
“Saya harap dengan cara informal berbincang santai bersama di tepi area pertanian, bisa didapatkan komunikasi dua arah yang cair dan santai, sehingga keluhan dan masukan-masukan para petani akan lebih terbuka kepada kami,” ujar Rama. [dny/suf]






