Malang (beritajatim.com) – Peluang dalam membangun sebuah usaha bisa datang dari mana saja. Seperti yang dilakukan oleh Ajeng Nur Anisa. Perempuan kelahiran Malang ini mendapat ide membuka usaha di kawasan Waru, Sidoarjo.
“Saya memulai usaha ini pada tahun 2018. Saat itu, banyak usaha makan all you can eat (ayce) yang harganya mahal-mahal. Satu orang, bisa habis ratusan ribu,” kata Ajeng.
Berawal dari situ, Ajeng mulai memutar otak. Di rumah, ia memiliki perangkat berupa kompor dan grill. Ia mulai bereksperimen untuk membeli daging, membuat saus dan grill sendiri di rumah.
“Dari situ, kemudian mencoba untuk jualan. Saat pandemi, justru mulai rame. Karena banyak pembatasan, akhirnya banyak orang yang cari kegiatan untuk grill di rumah bareng keluarga dan teman. Dengan harga paket di bawah Rp 200 ribu, bisa dibuat banyak orang dan semua kenyang, akhirnya laku,” kata perempuan berhijab ini.
Di awal merintis usaha, Ajeng dan timnya sempat kewalahan memberikan edukasi bahwa daging yang dimilikinya 100 persen halal. Sebab, di masa itu, masih belum banyak orang yang memahami bahwa daging slice yang banyak digunakan saat ini merupakan daging sapi asli.

Meski sempat tertatih, pelanggan mulai teredukasi. Pelan tapi pasti, usaha home grill ini berkembang cukup pesat. Sekitar tahun 2020, Karnevor.id sudah mulai mengembangkan sayap dengan menggandeng puluhan mitra usaha di kawasan Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Nusa Tenggara Timur (NT).
“Kami membeli daging sapi asli impor dari US dan Australia dengan jenis tertentu. Sebelum dijual, dilakukan blind test dulu. Mana daging yang dipilih, itu yang dijual ke target pasar kami yang berada di middle up,” papar lulusan Universitas Airlangga ini.
Saat mengirim produk kepada mitra di luar kota, packaging betul-betul diperhatikan. Sehingga, daging yang diterima oleh mitra dan pelanggan masih tetap bagus.
“Saat melakukan packing, ada cara khusus. Mulai dari menggunakan vacum, plastik dan styrofoam, harus betul-betul diperhatikan. Setelah daging, saus dan peralatan diterima oleh mitra, bisa langsung didistribusikan kepada pelanggan yang melakukan pemesanan,” jelas lulusan jurusan akuntansi ini.
“Setelah pesan, alat yang dikembalikan tidak perlu dikembalikan bersih, bisa dikembalikan dalam kondisi kotor. Justru memudahkan kami dalam membersihkan peralatan dan melakukan perawatan,” kata dia.
Baca Juga: Kuliner Sidoarjo, Sate Asin Garuda Hadir di Jalan Ponti
Saat ini, kata Ajeng, pihaknya terus berupaya untuk mengembangkan usaha yang ia rintis bersama keluarganya itu.
“Kami menerima juga pesanan untuk wedding party atau meeting. Sejauh ini, paling banyak pemesanan dari daerah Jawa Barat,” tandas dia.
———————————
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






