Jakarta (beritajatim) – Karangan bunga ucapan selamat dari Presiden Jokowi tidak tampak di lokasi acara. Jokowi juga tidak menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke-51 yang digelar di Sekolah Partai, Lenteng Agung.
Lalu bagaimana tanggapan PDIP ? Juru Bicara HUT PDIP Chico Hakim mengaku biasa saja jika tak ada karangan bunga ucapan dari Presiden Jokowi di HUT ke-51 PDIP. Sebab, kata dia, PDIP lahir berkat kontribusi dan peran banyak tokoh dan rakyat Indonesia.
“Kita biasa aja, karena gini, seperti diketahui PDI Perjuangan ini hari lahir yang ke-51. PDIP bukan lahir karena salah satu tokoh atau dua tokoh saja, apalagi tokoh yg baru bergabung sekian puluh tahun dan lain-lain,” katanya.
Dia menambahkan, PDIP juga mengaku tak masalah dan tetap menghormati Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tak hadir dalam peringatan HUT lantaran tugas kenegaraan.
“Gak masalah karena kita sampaikan tadi kalau kita menghormati apa yang telah menjadi agenda presiden Jokowi untuk bangsa dan negara ini. Dan itu yang lebih tinggi daripada segalanya,” kata Chico.
Sementara, politikus muda PDIP Aryo Seno Bagaskoro menyampaikan bahwa peringatan HUT ini akan menampilkan corak kebudayaan sebagai upaya untuk mengedepankan nilai Trisakti Bung Karno.
“Maka kita melihat ada gamelan disini, ada juga tari tarian penyambutan di atas untuk para tamu undangan kami,” ujar Seno.
Yang menarik, kata dia, salah satu yang ditampilkan dari peringatan HUT ke-51 PDIP ini adalah menampilkan nilai gotong royong diantara partai politik pendukung pasangan calon Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
“Maka dari partai pengusung pendukung pak Ganjar dan pak Mahfud yang menjadi partai kerja sama politik di pilpres 2024 ada gotong royong yg ditampilkan. MC nya nanti dari partai perindo. Kemudian yang membagikan bunga pembagiannya dilakukan dari partai Hanura, pembacaan doa dilakukan dari PPP. Sehingga ada gotong royong dan bersatu paduan kekompakan yang kami ingin tunjukan di dalam ulang tahun ini,” tuturnya. (ted)






