Malang (beritajatim.com) – Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo Pambudi Soekarno mengeluarkan ultimatum tegas kepada para pelaku pelemparan bus yang ditumpangi Tim Persik Kediri usai pertandingan melawan Arema FC, Minggu (11/5/2025) petang.
Danang meminta agar para pelaku segera datang ke Polres Malang secara sukarela agar persoalan bisa diselesaikan dengan cara yang baik.
“Sudah beberapa saksi kami periksa, baik itu suporter, petugas maupun internal Polri. Silahkan pelaku datang dengan baik-baik, akan kita lakukan dengan baik. Karena banyak pihak dirugikan baik manajemen Arema dan masyarakat,” tegas Danang dalam pernyataannya, Kamis (15/5/2025).
Ia juga mengajak masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi seputar insiden tersebut untuk turut membantu proses penyelidikan yang saat ini masih terus berlangsung. “Mudah-mudahan segera terungkap. Karena sejauh ini progres penyelidikan cukup baik dan berkembang,” tuturnya.
Menurut Danang, tim penyidik telah mengumpulkan sejumlah alat bukti penting guna menentukan unsur pidana dalam kasus ini. Bukti-bukti yang dimaksud antara lain rekaman video, foto, serta hasil rekaman kamera CCTV yang merekam kejadian yang terjadi di luar area stadion.
“Yang jelas semua masih proses, ada beberapa indikasi yang menguatkan pidananya dan terus kita dalami. Beberapa bukti kita kumpulkan mulai rekaman video, foto, dan juga kamera cctv. Semua kita dalami dan yang jelas peristiwa terjadi di luar stadion,” bebernya.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan pada laga Arema FC ke depan. “Kita akan koreksi pengamanan dan jadi catatan untuk perbaikan kedepan,” Danang menutup. [yog/suf]






