Malang (beritajatim.com) – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menjenguk para korban Tragedi Kanjuruhan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Sambil menjenguk, Kapolda menyampaikan permintaan maaf kepada Aremania dan Aremanita. Sebab dalam tragedi itu sebanyak 125 Aremania meninggal dunia dan hampir 500 mengalami luka-luka.
“Selaku Kapolda saya turut prihatin, dan memohon maaf. Karena di dalam proses pengamanan yang sedang berjalan ada kekurangan, kami akan mengevaluasi bersama-sama dengan panitia pelaksana dengan PT LIB, dan PSSI,” ujar Nico pada Selasa (4/10/2022).
Nico berjanji akan melakukan evaluasi secara menyeluruh atas tragedi Kanjuruhan. Tujuannya agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Sehingga sepak bola menjadi hiburan yang aman dan nyaman.
“Sehingga harapannya pertandingan sepakbola kedepan aman nyaman dan bisa menyerap ekonomi. Semoga semua permasalahan ini bisa diselesaikan bersama-sama,” imbuh Nico.
Nico juga memastikan bahwa proses penegakan hukum bakal berjalan proposional. Dia memastikan polisi tidak akan pandang bulu dalam menegakan hukum demi keadilan para korban.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-vs-persebaya”]
“Kami melakukan proses koordinasi dengan Pemprov dan Pemkab atau kota terkait perbaikan sarana prasarana yang sudah rusak. Kami juga akan melakukan proses penegakkan hukum kepada siapa saja yang salah setelah masalah kemanusiaan ini selesai. Proses sedang berjalan,” papar Nico.
Nico mengungkapkan bahwa sampai saat ini mereka telah mengidentifikasi 125 korban meninggal dunia dan sekitar 300 lebih korban dirawat. Dia memastikan sesuai perintah Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo mereka akan memberikan bantuan dan perawatan semaksimal mungkin untuk Aremania dan Aremanita.
“Kapolri memberikan perhatian secara khusus kepada seluruh korban yang meninggal dunia maupun yang sedang yang dirawat dengan memberikan bantuan perawatan dan kami serahkan kepada keluarganya masing-masing,” tandasnya. [luc/but]






