Gresik (beritajatim.com) – Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Pulau Bawean, Gresik. Kali ini, sebuah kapal tongkang bermuatan batubara, Win Build 368, mengalami kebocoran dan hampir tenggelam pada Jumat, 30 Agustus 2024.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tersebut mengalami kebocoran saat melintas di perairan Pulau Bawean dan terpaksa berlabuh di dekat Desa Telukjatidawang, Kecamatan Tambak. Kondisi kapal yang miring ke kiri membuat sejumlah nelayan setempat khawatir akan terjadinya pencemaran lingkungan.
Musbaha, seorang nelayan setempat, menceritakan bahwa ia melihat kapal tongkang tersebut dalam kondisi miring saat sedang memancing. “Saya langsung melihat ada beberapa nelayan lain yang membantu memandu kapal itu agar tidak menabrak karang,” ujarnya.
Kekhawatiran Musbaha bukan tanpa alasan. Tumpahan batubara akibat kebocoran kapal dikhawatirkan akan mencemari perairan dan merusak ekosistem laut di sekitar Pulau Bawean. “Banyak batubara yang berceceran di laut,” imbuhnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Danpol 1043 Satpolairud Polres Gresik Wilayah Bawean, Aipda Sodiq Susanto, dan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Pulau Bawean, Zainal Abdul Rahman, mengaku belum menerima laporan resmi terkait insiden ini.
“Kami belum menerima laporan, terima kasih informasinya,” paparnya,” kata dia.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Pulau Bawean, Zainal Abdul Rahman mengaku juga belum menerima informasi tantang adanya kecelakaan laut, kebocoran kapal tongkang. “Belum dapat kabar,” ujarnya.
Kapal tongkang Win Build 368 dengan panjang 111.25 ditarik oleh kapal tugboat Bomas Sentosa. Saat ini, kapal tongkang beserta kapal tugboat, masih bertahan di kawasan barat Pulau Bawean. Kapal tongkang tersebut, merupakan milik perusahaan PT Pulau Seroja Jaya Pratama dengan alamat Jalan Pluit Ray Komplek 121 Blok A 9 Jakarta. [dny/beq]






