Jombang (beritajatim.com) – Jombang Festival (Jomfest) 2025 bukan hanya sekadar perayaan budaya, tetapi juga momentum lahirnya karya kreatif anak muda daerah. Salah satu karya yang paling menarik perhatian adalah kaos resmi JOMFEST 2025, yang memadukan elemen budaya, alam, sejarah, dan kuliner khas Jombang dalam desain yang unik.
Kaos ini menjadi simbol kebanggaan lokal, mengusung keindahan Gunung Anjasmoro, gerakan Tari Remo Boletan, ikon Ringin Contong, serta kuliner legendaris Kenduren Duren. Desain yang penuh makna ini tidak hanya menggambarkan Jombang, tetapi juga semangat kreativitas dan kolaborasi generasi muda yang bangga dengan identitas daerah mereka.
Wakil Ketua II DPRD Jombang, Octadella Bilytha Permatasari, atau yang akrab disapa Della, turut memberikan apresiasi terhadap karya ini. Dalam wawancaranya, Della menyampaikan bahwa kaos ini bukan hanya sekadar pakaian, tetapi juga menjadi wujud ekspresi dan identitas anak muda Jombang yang bangga terhadap daerahnya.
“Yang membuat saya terkesan, kaos ini bukan cuma keren secara desain, tapi juga punya makna mendalam. Anak-anak muda Jombang berhasil mengemas semangat lokalitas dan kebanggaan daerah dalam bentuk yang kekinian dan bisa dipakai siapa saja,” ujarnya, Rabu (15/10/2025).
Della juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mendukung karya lokal dengan mengenakan kaos ini sebagai simbol kecintaan pada Jombang. “Setiap elemen di dalamnya bercerita tentang siapa kita. Ini bukan sekadar outfit, tapi bentuk rasa memiliki terhadap Jombang,” tambahnya.
Kaos resmi JOMFEST 2025 ini tidak hanya menjadi produk unggulan dalam perayaan budaya Jombang, tetapi juga dipasarkan menjelang puncak perayaan Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Jombang. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Jombang memasarkan kaos ini dengan harga terjangkau, mulai dari Rp95 ribu.
“Kaos ini menjadi pilihan tepat untuk siapa saja yang ingin mengenakan simbol kebanggaan Jombang,” pungkas Della. [suf]






