Ponorogo (beritajatim.com) – Tidak sedikit orang yang menyukai masakan pedas. Biasanya, olahan makan pedas itu dimasak menjadi menu rica-rica. Lazimnya bahan utama dari rica-rica itu ayam atau entok. Di Ponorogo ada menu rica-roca anti-mainstream. Yakni rica-rica pedas berbahan bekicot. Ya, di tangan Sri Utami (42), hewan bercangkang itu bisa diolah menjadi masakan yang enak dan pedas.
“Mengolah bekicot jadi rica-rica itu awalnya iseng, eh ternyata malah peminatnya banyak. Akhirnya setiap hari membuat menu rica-rica bekicot,” kata Sri Utami yang membuka warung makan di Dusun Poh Gosong, Desa Kutu Wetan Kecamatan Jetis, Selasa (5/7/2022).
Rica-rica bekicot ini menjadi berkah tersendiri buat Sri Utami. Selain rasanya yang enak dan pedas, warungnya menjadi jujukan masyarakat yang ingin merasakan olahan dari bekicot ini. Sebab, di Ponorogo jarang ada warung yang menyediakan menu makanan yang berbahan bekicot. “Sebelum membuat rica-rica bekicot, dulu saya juga membuat rica-rica dari baham ayam dan entok,” ungkap ibu dua anak ini.
Perlu usaha yang keras untuk mendapatkan bahan baku bekicot. Sri mengaku harus ke daerah Kediri atau Blitar untuk mendapatkannya. Sebab, dua daerah itu sudah ada tempat pengolahan dari daging bekicot. “Belinya sudah dalam bentuk daging bekicot, sudah tidak ada cangkangnya. Harus membeli sampai ke Kediri atau ke Blitar, baru ada yang jual bekicot,” katanya.
Untuk menjadikan bekicot ini menjadi rica-rica, Sri mengungkapkan, harus lewat tiga proses pengolahan, agar bekicot itu lendirnya bisa hilang semua. Proses pertama dengan menghilangkan kotoran yang masih melekat pada daging bekicot. Kemudian daging bekicot itu dibersihkan dan disangrai. Usai itu, daging bekicot kembali dibersihkan untuk memastikan lendir yang menempel di daging benar-benar hilang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kuliner-ponorogo”]
Kemudian disangrai lagi dan dicampur bumbu-bumbunya. Mulai dari kombinasi bawang putih dan bawang merah, kunyit, dan beberapa rempah lain. Sedangkan untuk menumbuhkan cita rasa pedas khas rica-rica, cabai yang sudah dihaluskan bisa ditambahkan sesuai selera pedas yang diinginkan. “Tingkat kepedasan sesuai selera dari pemesan. Bumbu pedasnya dicampurkan pada proses sangrai ketiga,” kata Sri Utami.
Sri Utami menjual rica-rica bekicot ini cukup murah, yakni mulai dari harga Rp 10 ribu sudah bisa menikmati olahan rica-rica bekicot. Menurutnya daging bekicot kandungan proteinnya tinggi dan mempunyai banyak manfaat, diantaranya untuk menyembuhkan penyakit gatal dan untuk kesehatan jantung. “Alhamdulillah permintaan rica-rica bekicot ini cukup ramai. Setiap hari bisa menghabiskan bekicot sebanyak 5 kilogram,” pungkasnya. [end/suf]






