Ponorogo (beritajatim.com) – Kandang ayam milik warga di Dusun Bulusari, Desa Nglayang, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, ludes terbakar pada Sabtu dini hari (4/10/2025). Kobaran api yang membara sejak sekitar pukul 04.00 WIB itu menghanguskan seluruh bangunan dan menyebabkan ratusan ayam mati terbakar, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp800 juta.
Peristiwa bermula saat pemilik kandang, Basuki, terbangun karena mendengar bunyi alarm yang terpasang di area kandang. Ia segera bergegas keluar rumah bersama seorang saksi untuk memastikan kondisi. Namun, ketika tiba di lokasi, api sudah terlanjur membesar dan menjalar cepat ke seluruh bagian kandang yang sebagian besar terbuat dari bambu.
Basuki bersama warga sekitar sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya. Sayangnya, kobaran api yang begitu cepat meluas membuat upaya tersebut tak membuahkan hasil. Tim pemadam kebakaran yang tiba tak lama kemudian akhirnya berhasil memadamkan api, namun seluruh isi kandang sudah hangus, termasuk ratusan ayam di dalamnya.
Kapolsek Jenangan, AKP Amrih Widodo, mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara di lokasi menunjukkan adanya bambu serta kabel bekas terbakar. Polisi menduga api berasal dari korsleting listrik pada instalasi yang terpasang di kandang.
“Kami belum menemukan indikasi adanya unsur kesengajaan. Dugaan sementara api berasal dari konsleting pada instalasi listrik di kandang,” kata Amrih, Sabtu (4/10/2025).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menimbulkan kerugian besar bagi Basuki. Ia hanya bisa pasrah melihat seluruh kandang dan ayam peliharaannya ludes terbakar.
Aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran mengimbau masyarakat, terutama para peternak, agar rutin memeriksa instalasi listrik dan menyiapkan alat pemadam sederhana di area kandang.
“Kerugian materil akibat kebakaran kandang ayam ini kurang lebih Rp800 juta,” pungkas Amrih. [end/beq]

as a preferred source on Google




