Magetan (beritajatim.com) – Kampus cabang Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Magetan, yang dikenal sebagai Pusat Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU), telah mengumumkan bahwa pembangunan gedung program studi baru akan dimulai pada bulan September mendatang.
Pengumuman ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Progres Report Kampus UNESA di Kabupaten Magetan pada Rabu (30/08), yang diadakan di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan.
Wakil Rektor I UNESA, Prof. Dr. Madlazim, M.Si., menjelaskan bahwa pembangunan akan dimulai pada tanggal 4 September 2023. “Pada tanggal 4 Februari 2024, kampus akan siap digunakan untuk perkuliahan. Secara teknis, mahasiswa yang telah mendaftar dan diterima sebelumnya akan menjalani satu semester perkuliahan di UNESA, dan tahun depan mereka akan pindah ke sini (Magetan),” ungkapnya.
Baca Juga: Cetak Quatrick, Banyuwangi Jadi Daerah Pengendalian Inflasi Terbaik se Jawa-Bali
Selain itu, progres penerimaan mahasiswa baru juga dijelaskan. Sebanyak 223 calon mahasiswa baru telah mendaftar, dan jumlah tersebut kemudian menyusut menjadi 102 mahasiswa yang telah menyelesaikan proses pendaftaran ulang.
Bupati Magetan, Dr. Drs. Suprawoto, S.H., M.Si., yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, juga memastikan bahwa pada semester genap bulan Februari tahun 2024, kampus UNESA akan siap beroperasi penuh di Magetan.
“Artinya, mahasiswa yang sebelumnya berkeinginan untuk kuliah di sini akan dapat menjalankan studi di Magetan. Dan tahun depan, kampus UNESA akan membuka penerimaan mahasiswa baru melalui berbagai jalur, baik prestasi maupun reguler. Mengacu pada tahun ini, pendaftaran jalur mandiri telah menarik perhatian dari 62 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” paparnya.
Baca Juga: Komdis PSSI Jatim Sanksi Tiga Orang Usai Ungkap Pemain Tidak Sah Kota Surabaya di Porprov VIII
Sebagai informasi sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan telah berkolaborasi dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk mendirikan Multi-Kampus UNESA di Magetan. Kampus ini akan berdiri di atas lahan seluas 13,5 hektar di Jalan Barat, RT 17, RW 4, Kelurahan Maospati, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten Magetan juga memiliki rencana untuk mengubah nama Jalan Barat menjadi “Jalan Profesor Doktor Sardjito” sebagai bagian dari upaya branding ulang. (red/ian)






